Tradisi Mewah Sekretaris MA Bak Seorang Raja

Sumber Gresnews.com yang lain juga menyebutkan Nurhadi dekat dengan para petinggi negeri ini. Misalnya dalam sebuah acara keluarga Nurhadi di Kudus, Jawa Tengah. Saat itu Nurhadi menggelar acara ruwatan. Para petinggi yang hadir saat itu mantan Kapolri Timur Pradopo, Hatta Rajasa dan para hakim agung. Nurhadi kabarnya mengangkut mereka dengan menyewa satu pesawat jet khusus.

Post Image
Ruangan VIP bagi tamu resepsi pernikahan anak Nurhadi (Gresnews.com)

JAKARTA, GRESNEWS.COM. - Heboh pernikahan mewah dan megah Rizki Aulia Rahmi alias Lia, anak dari Nurhadi, Sekretaris Mahkamah Agung (MA), masih bergulir. Gresnews.com mendapatkan foto yang menggambarkan betapa mewahnya resepsi pernikahan di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta Pusat pada Sabtu (15/3) malam lalu yang berlangsung pukul 19.00-23.00 WIB.

Hiasan pada ruang tamu VIP berhamburan ratusan bunga anggrek dan mawar impor. Bahkan ruangan dan langit-langit ballroom Hotel Mulia yang berkapasitas hingga 5 ribu orang ini juga disesaki dengan bunga-bunga impor. Bunga mawar dan anggrek hampir menutupi langit-langit bak taman menggantung. Merah muda, putih, ungu dengan bau harum dan wangi yang berbagi dengan aroma makanan lezat yang menggoda selera.

Perkawinan Rizki Aulia Rahmi-Rizki Wibowo juga menghadirkan wedding singer kenamaan dengan penyanyi papan atas seperti Anggun C. Sasmi yang dihadirkan dari Paris, Andien, Judika, dll. Tamu yang datang dari pejabat negara, hakim agung, menteri, pengusaha hingga Wakil Presiden Boediono. Tamu berjejal cukup lama untuk bisa antre salaman dengan kedua mempelai.

Dalam surat undangan yang dipegang Gresnews.com penyelenggara menolak tamu memberikan hadiah dalam bentuk apa pun. Malah pihak penyelenggara memberikan suvenir berupa iPod Shuffle 2GB yang di pasaran dibanderol Rp700 ribu. Namun soal suvenir ini, Nurhadi melalui hakim agung Gayus Lumbuun menyatakan iPod itu dibeli pihak mempelai laki-laki. Karena membeli dalam jumlah banyak, pembeli mendapat diskon sehingga per unit cukup Rp500 ribu saja.

"Beliau (Nurhadi) memberikan keterangan kepada saya bahwa pembelian iPod tersebut dibeli oleh mantunya hampir setahun yang lalu dan dibuktikan dengan kuitansi," ujar Gayus, yang menyerukan rekan-rekannya tidak mengembalikan alat pemutar musik itu karena harganya di bawah aturan gratifikasi.

""Selain di Hotel Mulia, prosesi pernikahan anak Nurhadi juga dilangsungkan di Megamendung, Bogor, Jawa Barat. Nurhadi menyulap sebuah tanah lapang menjadi rumah kaca nan cantik. Ijab kabul Rizki Aulia Rahmi dengan Rizki Wibowo digelar di Jalan Cikopo Selatan, Megamendung, Bogor, atau tidak jauh dari Pusdiklat MA pada Jumat (14/3).

"Acara akadnya dari Jumat pagi hingga usai salat Jumat," kata warga setempat, Rangga, Selasa (18/3).

Untuk melangsungkan acara sakral tersebut, sebuah rumah kaca eksklusif ukuran superbesar didirikan. Pembangunan rumah kaca ini memakan waktu 1 bulan lamanya. Untuk interior, berbagai bunga dihamparkan di setiap sudut ruangan. Sebuah LCD raksasa dipasang di depan pintu masuk. Ratusan pengunjung hadir, terutama keluarga besar MA.

"Saat acara sempat menutup jalan," ujar Rangga yang kala itu juga merasakan imbas dari penutupan jalan tersebut.

Selesai acara, rumah kaca tersebut langsung dibongkar oleh belasan pekerja. Kini di atas tanah merah tersebut tinggal rangka baja yang berdiri. Petugas masih terus membongkar rangka tersebut hingga hari ini. 

Sumber Gresnews.com membisiki acara pernikahan ini juga mendapat pengawalan penuh dari kepolisian. Baik di Hotel Mulia maupun di Megamendung. Para tamu juga sebagian ada yang diinapkan oleh Nurhadi di Hotel Mulia. Untuk dekorasinya saja biaya yang harus dikeluarkan mencapai Rp2 miliar. Sementara total biaya resepsi pernikahan tersebut ditaksir sumber Gresnews.com hingga Rp20 miliar.

Nurhadi memulai karier sebagai PNS di MA. Dia lama menjadi Kepala Biro Hukum dan Humas MA sebelum diangkat menjadi Sekretaris MA pada 2012 silam. Nama Nurhadi ramai diperbincangkan bukan kali ini saja.

Nurhadi juga sempat menjadi sorotan saat hakim agung Djoko Sarwoko menyebut Nurhadi membeli mebel kerja mencapai Rp1 miliar, namun telah dibantahnya. Atas hal ini, publik lalu meminta Nurhadi melaporkan kekayaannya ke KPK. Suami dari Tin Zuraida yang juga sama-sama PNS di MA ini mengaku kekayaannya dari bisnis sarang burung walet.

Sumber Gresnews.com yang lain juga menyebutkan Nurhadi dekat dengan para petinggi negeri ini. Misalnya dalam sebuah acara keluarga Nurhadi di Kudus, Jawa Tengah, pada 2012. Saat itu Nurhadi menggelar acara ruwatan. Para petinggi yang hadir saat itu mantan Kapolri Timur Pradopo, Hatta Rajasa dan para hakim agung. Nurhadi kabarnya mengangkut mereka dengan menyewa satu pesawat khusus.

Kabar lainnya menyebutkan gaya Nurhadi memang bak konglomerat. Bahkan saat melakukan syukuran atas diangkatnya menjadi Sekretaris MA, Nurhadi sempat menggelar wayangan semalam suntuk di Kudus. Empat helikopter konon disewa sebagai sarana transportasi Semarang-Kudus. Helikopter itu dipakai untuk mengangkut sejumlah pejabat dari Jakarta.

Kedekatannya dengan para petinggi itu pula mungkin yang membuat Nurhadi kini memiliki jabatan ganda. Selain sebagai Sekretaris MA, ia hingga kini ternyata masih menjabat sebagai Dirjen Badan Peradilan Umum Mahkamah Agung (Badilum MA) sejak Agustus 2003. Sebelum kosong, kursi Dirjen Badilum dijabat Cicut Sutiarsa. Pada Juli 2013, Cicut menempati pos baru sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Semarang sehingga posisi dirjen kosong.

Soal rangkap jabatan ini juga sempat dikritik pengamat hukum Universitas Parahyangan Asep Warlan Yusuf. Menurutnya, sistem rangkap jabatan dikategorikan sebagai bobroknya birokrasi di Indonesia. Seharusnya seorang pejabat menjabat satu jabatan agar kinerjanya maksimal.

"Inilah kejelekkan kita, jadi kalau ada pejabat mutasi dan belum ada pejabat yang ditunjuk maka ditunjuk orang lain sehingga rangkap jabatan. Ini kelemahan birokrasi kita," kata Asep beberapa waktu lalu.

Meski demikian, Asep tidak menyalahkan Nurhadi. Menurutnya hal itu sudah lumrah dan sudah sering terjadi di berbagai lembaga negara. "Pejabatnya tidak salah yang salah birokrasinya," tegasnya.

Kepala Biro Hukum dan Humas MA Ridwan Mansyur membantah penunjukan Nurhadi karena dekat dengan pejabat. "Kami belum tahu. Itu kan masih nunggu Setneg. Dari Presiden kan dari Mensesneg. Bisa jadi nunggu itu, bisa jadi prosesnya," katanya beberapa waktu lalu.

Menurutnya, MA telah mengirimkan nama-nama calon Dirjen Badilum ke pemerintah untuk dipilih dan diangkat. Namun hingga hari ini Presiden Susilo Bambang Yudhoyono belum menunjuk orang untuk menempati kursi dirjen yang telah kosong sejak Agustus 2013 itu. (dtc)