Dinasti Atut Kuasai KNPI Banten
Dengan kemenangan ini, cengekraman dinasti Atut di KNPI Banten masih berlangsung. Sebab Tanto akan menggantikan ketua sebelumnya, Aden Abdul Khalik, suami dari Ratu Lilis Karyawati Chasan adik tiri Atut yang merupakan paman tiri Tanto sendiri.
JAKARTA, GRESNEWS.COM - Meski banyak dari anggota keluarga Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah yang terbelit masalah hukum, namun kedigjayaan dinasti ini di Banten masih belum pudar. Nyatanya, salah seorang dari klan Atut masih mampu merebut kursi Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Banten. Tanto Warsono Arban, suami dari Andiara Aprilia Hikmat, puteri kedua Ratu Atut Chosiyah, berhasil merebut jabatan itu dalam pemilihan Ketua KNPI Banten Periode 2013-2016, Sabtu (14/12). Tanto berhasil mengalahkan kandidat lainnya, Masrori.
Dengan kemenangan ini, cengekraman dinasti Atut di KNPI Banten masih berlangsung. Sebab Tanto akan menggantikan ketua sebelumnya, Aden Abdul Khalik, suami dari Ratu Lilis Karyawati Chasan adik tiri Atut yang merupakan paman tiri Tanto sendiri. Muhammad Fakhruddin, Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Banten menyatakan pemilihan itu penuh dengan politik dagang alias transaksional. "Semalam seperti dagelan, masa untuk organisasi kepemudaan ada politik transaksional. Tidak akan ada perubahan dari paman tirinya, kami dari angkatan muda Muhammadiyah memilih walk out," kata Udin. Ia bahkan menegaskan, pihaknya akan menjadi oposisi kepada kepengurusan KNPI saat ini, "Kami akan jadi oposisi. Sudah jelas kebobrokannya dari proses pemilihannya saja," tegasnya.
Senada dengan itu, Mahmuri, Ketua KAMMI Wilayah Banten memaparkan bahwa proses rekomendasi dari organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP) sangat janggal. "Dari 69 OKP, 64 dikatakan sudah memberikan rekomendasi ke Tanto, namun panitia tidak bisa merincikannya. Sementara hanya 5 yang ke Masrori (lawan Tanto-red) termasuk KAMMI bisa disebutkan, aneh sekali," ujar Mahmuri.
Masuknya Tanto ke dalam bursa calon ketua KNPI Banten pada November lalu memang sudah mengundang kontroversi. Sebab banyak pihak beranggapan, Tanto akan melenggang mulus dengan menggunakan kekuatan finansialnya sebagai Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Banten. Tanto sendiri ketika itu mengklaim ia didukung oleh 64 OKP di Banten. Ke-64 OKP tersebut antara lain, HMI Badko Jabodetabek Banten, PMII Banten, Pemuda Al-Khaeriyah, IPNU, Hipmi, dan Kader Muda Demokrat. Selain itu, Tanto juga didukung oleh 4 DPD KNPI, yaitu Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Kota Serang dan Kabupaten Lebak.
Dalam kampanye sebagai calon ketua, Tanto sempat berjanji akan meningkatkan kemampuan dan profesionalisme pemuda dalam bidang kewirausahaan, dengan menciptakan pengusaha-pengusaha muda yang tangguh dan berdaya saing. "Saya ingin mewujudkan program nyata dalam menciptakan wirausahawan muda serta membentuk kader-kader wirausahawan muda di kampus-kampus," kata menantu Atut ini. (dtc)
