GRESNEWS.COM - Ahmad Fathanah hidup bak James Bond. Bergelimang mobil mewah dan wanita-wanita seksi - seolah tak puas dengan lima istri yang kini dia dimiliki. Enteng saja dia menghadiahkan ratusan juta buat perempuan yang bukan muhrim.
Ahmad Fathanah tertangkap tangan saat menerima duit keras Rp1 miliar dari dua petinggi PT. Indoguna Utama yang bergerak di bidang impor daging, Juard Effendi dan Arya Abdi Effendi. Duit itu buat memuluskan jatah kuota impor daging sapi. Maunya, uang itu diserahkan ke Luthfi Hasan Ishaaq (LHI), mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera. Namun belum sempat Rp1 miliar berpindah tangan, Fathanah keburu dicokok para detektif KPK.
Khusus Ahmad Fathanah, KPK tengah mengembangkan pasal pidana pencucian uang, berbasis laporan dan analisis Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Tak dikira, laporan PPATK menunjukkan, perputaran uang di rekening Fathanah antara 2009-2013 kabarnya mencapai lebih dari Rp30 miliar. Tak dikira juga, gaya hidup Fathanah - belakangan diklarifikasi sebagai ´bukan kader PKS´ - ternyata begitu luar biasa. Pergaulannya amat luas, tak hanya beredar di kalangan politikus Partai, tapi juga selebritas.
SIAPAPUN TERKAIT FATHANAH HARUS DIPROSES - Di samping pasal-pasal yang menjerat mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera, LHI, sepak terjang Ahmad Fathanah terbilang cukup fenomenal.
Wakil koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Emerson Juntho sampai ikut berkomentar, KPK berutang tugas untuk terus menelusuri aliran dana Ahmad Fathanah. "Terkait kasus pencucian uang, kemana aliran dana itu mengalir dari dia, semua harus ditelusuri KPK," ujar Emerson di Mahkamah Agung, Jakarta, Senin (6/5/2013). Emerson juga meminta KPK untuk menelusuri dugaan aliran dana ke sejumlah pihak semisal artis Ayu Azhari dan model Vitalia Sesha. "Pokoknya siapa pun yang menerima, menurut Undang-Undang Tindak Pidana Pencucian Uang bisa diproses," pungkasnya.
Harapan Emerson langsung dijawab Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto. Di tempat terpisah, Bambang menegaskan, KPK akan terus mengusut aset-aset Fathanah, terkait pidana pencucian uang yang dituduhkan kepada karib LHI itu. Dalam kasus pencucian uang ini, hingga kemarin (7/5) KPK sudah menyita empat mobil Fathanah: jip Toyota FJ Cruiser hitam, MPV mewah Toyota Alphard putih, jip Land Cruiser Prado hitam, dan sedan Mercedes-Benz. Sebelumnya, Jumat lalu, KPK menyita Honda Jazz B-15-VTA atas nama Vitalia Shesya, model seksi yang foto syurnya pernah masuk majalah Popular.
Kemarin juga, KPK memeriksa Walikota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin sebagai saksi kasus Fathanah. Ilham menyatakan, ia memang tahu ada aliran dana dari Ahmad Fathanah, tapi tidak ke diri maupun timnya, melainkan ke Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Keadilan dan Sejahtera (PKS) Sulawesi Selatan. "Dana Pilgub Sulses yang ditranfer ke DPW (PKS) itu dari AF," jelas Ilham Arief sehabis diperiksa KPK. Ilham mengakui, nama Fathanah cukup beken di Sulawesi Selatan. Fathanah juga kerap menjadi penghubung orang-orang yang ingin berhubungan dengan tokoh-tokoh PKS di Sulsel. Ilham termasuk yang meminta Fathanah untuk menjembatani pertemuannya dengan tokoh-tokoh PKS.
BANYAK KONEKSI LANTARAN ANAK KYAI - Ahmad Fathanah salah satu putra Kyai Fadeli Luran, pendiri Pondok Pesantren Modern IMMIM, yang juga dikenal sebagai ulama kharismatik di Sulawesi Selatan. Kyai Fadeli Luran sendiri telah wafat pada 1992. Berkat status sebagai putra salah satu kyai terkemuka itulah, Fathanah bisa berkenalan dengan kalangan elite PKS, termasuk eks Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Lutfi Hasan Ishaaq. Saat hijrah ke Jakarta, Fatanah melanjutkan pendidikan di Lembaga Ilmu Pendidikan Islam dan Arab (LIPIA). Bersama Luthfi, dia kemudian melanjutkan pendidikan ke Arab Saudi.
Namun pihak keluarga besar Fathanah sendiri tampaknya sudah patah arang dengan kelakuan anak bengal satu ini. Pihak keluarga Ahmad Fathanah di Makassar - diwakili Zulkifli Fadeli Luran, kakak Fathanah - pernah meminta kepada khalayak, agar kasus Fathanah tidak dikait-kaitkan dengan Yayasan Pesantren milik keluarga besar mereka di Sulawesi Selatan.
Petugas KPK dikabarkan sempat terkejut saat menggeledah rumah Ahmad Fathanah di Margonda Residence kamar 605, Depok. Petugas mendapati bahwa Fathanah ternyata tidak hanya punya satu istri, tapi lima. "Istrinya ada lima, anaknya 11," ungkap seorang petugas. Salah satu istrinya sedang hamil delapan bulan. Petugas juga mencatat, salah satu dari lima isteri Fathanah, Sefti Sanustika adalah penyanyi dangdut jebolan sebuah acara pencari bakat di salah satu televisi swasta.
BARU DUA ARTIS DIPANGGIL KPK, BAKAL BANYAK LAGI SEPERTINYA - Namun yang paling menarik perhatian, pastilah keberadaan wanita-wanita cantik dan seksi di sekitar Fathanah. Membuktikan tingkat pergaulannya yang menyentuh kelas para selebritas. Sekaligus mengungkap "senjata" lobinya selama ini.
Termasuk artis beken Khadijah Azhari atau lebih dikenal sebagai Ayu Azhari, yang diperiksa KPK pada 1 Mei 2013 lalu. Dalam pernyataannya, Ayu mengaku sebagai korban janji-janji Fathanah. Ayu sempat ditawari job nyanyi di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) beberapa daerah, terkait calon yang diusung oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Takut terseret pasal pencucian duit, Ayu Azhari mengembalikan uang Rp20 juta dan US$1.800 pemberian Fathanah, dua hari setelah dipanggil KPK.
"Jadi uang itu untuk istilahnya, dia (Ayu) mau manggung di suatu tempat, tapi ditunggu-tunggu tidak jadi, sehingga dia sudah diberikan uang duluan dalam bentuk tunai," Juru Bicara KPK Johan Budi menyampaikan kepada para wartawan, di Gedung KPK, akhir pekan lalu. Selain Ayu Azhari, kabarnya ada tiga artis lain yang juga sudah menerima uang dari Fathanah. Salah satunya perempuan cantik berinisial JI, yang kerap jadi MC di sejumlah televisi swasta. "Memang ada artis lain, tapi saya belum tahu siapa saja," elak Johan Budi.
Perempuan lain yang diperiksa KPK lantaran kedekatannya dengan Fathanah adalah Vitalia Sesha, model yang pernah berfoto seksi di majalah dewasa Popular. Vita - begitu panggilan Vitalia Sesha - dihadiahi Honda Jazz putih ´atas dasar pertemanan´. Fathanah juga memberikan secara cuma-cuma jam tangan mewah bikinan Swiss merk Chopard yang harganya diperkirakan tak kurang dari Rp70 juta kepada sang model cantik. Sedangkan duit yang ditransfer dari rekening Bank Mandiri Fathanah ke Vitalia, digosipkan antara Rp200-500 juta. Luar biasa, jika memang betul hadiah-hadiah itu diberikan atas dasar pertemanan.
Wanita lain di sekitar Fathanah yang lebih dulu menghebohkan adalah mahasiswi cantik asal Universitas Moestopo Beragama, Maharani Suciono. Maharani ditangkap oleh KPK pada 29 Januari 2013 saat bersama Fathanah, di Hotel Le Meridien, Jakarta. Maharani dilepas oleh KPK, meski hingga kini belum jelas maksud keberadaannya di Le Meridien bersama lelaki beristri lima itu.
Boleh jadi, buat Ahmad Fathanah, wanita-wanita cantik itu tak sekadar teman, tapi juga aset yang harus dijaga. Bahkan bukan tak mungkin jadi senjata rahasia saat hendak menggolkan lobi. Dan untuk mendekati wanita-wanita cantik itu, Fathanah butuh mobil terkeren. Itu makanya, dia tak pernah bisa jauh dari wanita cantik dan mobil mewah. (GN-02)
