Pesta Demokrasi 2014 Dibuka Dengan Dagelan Parpol

Post Image

GRESNEWS.COM - Komisi Pemilihan Umum (KPU) mestinya tersinggung, karena Parpol telah "mempersulit" kerja mereka. Daftar Calon Legislatif Sementara (DCS) bakal calon anggota legislatif yang dibundel Parpol, setelah diverifikasi KPU, ternyata hanya meloloskan 20% bacaleg. Sisanya amburadul. Pertanda ketidakseriusan Parpol menggarap DCS?

Serius atau sedang menggelar dagelankah KPU? Itu yang ada di benak Gresnews.com, ketika KPU mengumumkan hasil verifikasi Daftar Caleg Sementara (DCS) Pemilu 2014. Hasil yang sangat mengecewakan, karena mendekati 80% bakal caleg yang ada dalam daftar tak memenuhi persyaratan, demikian Ketua KPU Husni Kamil Manik saat membacakan data hasil verifikasi di Hotel Sahid, Jakarta, hari ini, Selasa (7/5).

"Hanya 1.327 berkas bakal caleg yang memenuhi semua persyaratan. Sisanya 4.701 bakal caleg tidak memenuhi syarat, dan 549 bakal caleg bahkan tidak menyertakan berkas," sebut Husni Kamil Manik, dari total jumlah berkas bakal caleg yang diterima KPU yang mencapai 6.577 orang (4.138 laki-laki dan 2.441 perempuan). Astaga, ini artinya, untuk tahap perbaikan DCS nanti, KPU masih harus meneliti 4.000-an berkas lagi. Sama seperti bekerja dari awal.

HARUS BERTERIMA KASIH - Entah sadar kolega-koleganya "agak meremehkan" proses awal ini, politisi Partai Demokrat Ruhut Sitompul menyatakan, seharusnya Partai-Partai Politik itu berterimakasih kepada KPU yang sudah mengingatkan, lebih dari separuh berkas bakal calon legislatif belum memenuhi persyaratan administratif. "Jadi, Parpol harus berterimakasih, jangan sampai nanti di tengah jalan ada yang gagal karena tidak memiliki kelengkapan administratif," katanya kepada Gresnews.com, hari ini, Selasa (7/5).

Ruhut juga menyatakan apreasisasi dan mendukung penuh sikap kritis KPU Pusat, seraya menambahkan, Partainya termasuk yang serius mempersiapkan DCS, meskipun sadar ini baru tahap awal. "Kalau Partai Demokrat, sebelum diajukan Ke Komisi Pemilihan Umum, (nama dan berkas bakal calon legislatif) diuji dahulu, makanya kita lengkap semuanya. Tidak ada yang bermasalah," bangga Ruhut. Partai yang dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini memang termasuk salah satu Partai yang paling rapi secara administrasi.

Sementara politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arwani Thomafi membantah telah meremehkan proses awal Pemilu 2014, dengan memastikan, dalam mengirimkan nama-nama bakal calon legeslatif, Partainya melakukannya dengan serius. "Seriuslah, tahapan yang dilakukan ´kan tidak ujug-ujug (tiba2)," tuturnya kepada Gresnews.com. "Masih ada waktu untuk perbaikan. Soal pencalegan memang kompleks, dan Parpol pasti akan menyelesaikan soal administrasi itu," tandas Arwani.

Hal senada diucapkan politisi Partai Hanura Syarifudin Suding, saat dihubungi Gresnews.com lewat perangkat seluler hari ini, Selasa (7/5). Dia menyebut, persoalan berkas yang tidak lengkap atau urusan administrasi yang belum memadai bukanlah masalah besar. Namanya saja DCS, sifatnya masih sementara. "Ini sifatnya masih sementara, masih ada waktu dan ruang untuk memperbaiki. Jadi, tidak ada masalah," cetusnya.

Hmm, begitulah. Tipikal orang Indonesia, baru bekerja serius jika sudah kepepet.

SATU NAMA, ADA DI DUA PARTAI DAN DAPIL - Persoalan lain yang mengemuka dalam penyampaian hasil verifikasi bakal calon anggota legislatif hari ini adalah banyaknya bakal caleg ganda dan atau teridentifikasi ganda. Berdasarkan hitung-hitungan KPU, ada empat bakal caleg yang positif ganda dan 20 calon terindikasi ganda.

Caleg yang positif ganda adalah Muhammad Khadafi, dicalonkan oleh Hanura dan PKPI, lalu Handayani SKM (dicalonkan oleh PBB dan PKB), Farid Al Fauzy (dicalonkan oleh Hanura dan Partai NasDem), dan Rina Yuniarti (dicalonkan oleh PDIP di dua dapil). "Ini butuh pencermatan dari publik. Bila didapatkan (hal seperti ini lagi) nanti setelah DCS diumumkan, maka KPU akan melakukan konfirmasi ke Parpol tersebut untuk diklarifikasi. Kalau betul ganda, kepada Parpol diberi kesempatan untuk mengajukan calon lain, walaupun sudah DCS," imbuh Husni.

Bacaleg ganda dan terindikasi ganda: 
01. Muhammad Khadafi (dicalonkan oleh Hanura-PKPI)
02. Handayani SKM (dicalonkan oleh PBB-PKB)
03. Farid Al Fauzy (dicalonkan oleh Hanura-NasDem)
04. Rina Yuniarti (dicalonkan oleh PDIP-PDIP)
05. Sumaiyah MZ (dicalonkan oleh NasDem-PDIP)
06. Abdul Rahman Sappara (dicalonkan oleh NasDem-Hanura)
07. Ady Muzaki (dicalonkan oleh PKB-NasDem)
08. Nurhidayati (dicalonkan di tiga Dapil di PKB)
09. Rien Zumaroh (dicalonkan di tiga Dapil di PKB)
10. Marda Hastuti (dicalonkan di tiga Dapil di PKB)
11. Luluk Hidayah (dicalonkan di tiga Dapil di PKB)
12. Euis Komala (dicalonkan di tiga Dapil di PKB)
13. Eka Susanti (dicalonkan di tiga Dapil di PKB)
14. Hasniati (dicalonkan di tiga Dapil di PKB)
15. Karina Astri Rahmawati (dicalonkan di tiga Dapil di PKB)
16. Razman Arief (dicalonkan oleh Gerindra-Hanura)
17. Nuriyati Samata (dicalonkan oleh Gerindra-Hanura)
18. Tabrani Syabirin (dicalonkan oleh Gerindra-PDIP)
19. Bambang Hermanto (dicalonkan oleh Gerindra-PDIP)
20. Bahran Andang (dicalonkan oleh Gerindra-PKPI)
21. Andre Hehanusa (dicalonkan oleh Hanura-PKPI)
22. Nur Yuniati (dicalonkan oleh dua Dapil di PBB)
23. Sri Sumiati (dicalonkan oleh dua Dapil di PBB)
24. Bambang Adyaksa Utomo (dicalonkan oleh Gerindra dan PPP).

PARTAI DULU, BARU KPU - Dalam pengumuman siang ini terungkap, KPU memberi waktu kepada Partai Politik untuk memperbaiki DCS yang bermasalah mulai tanggal 9 Mei hingga 22 Mei 2013. Selanjutnya, KPU akan melakukan verifikasi ulang sebelum ditetapkan sebagai DCS. Setelah itu giliran publik memberikan masukan terkait nama-nama yang ada di dalam daftar. Baru kemudian daftar itu ditetapkan menjadi Daftar Caleg Tetap (DCT).

Sebelumnya, di kalangan pengamat politik sempat beredar wacana agar pengecekan awal DCS dilakukan oleh Parpol saja, mengingat jumlah berkas yang tidak sedikit. Setelah itu, untuk penyempurnaan DCS, baru dilakukan oleh KPU. Hal ini mengingat kecenderungan Partai Politik untuk menganggap enteng proses di awal, yang masih bersifat sementara. Partai biasanya baru mulai serius di tahap-tahap menjelang final. Hari ini, kekhawatiran itu terbukti. (LAN/GN-02)