GRESNEWS.COM - Barangkali, sepanjang sejarah Jakarta, inilah masa paling berat buat para calon Lurah dan Camat di DKI. Baru kali ini ada lelang jabatan, lengkap dengan Uji Kompetensi di Mabes Polri. Lewat proses seleksi secara profesonal ini, Jokowi berharap mencetak Lurah dan Camat luar biasa. Supercamat dan Superlurah.
DIGANTI ATAU UNDUR DIRI - Berapa banyak pejabat penting Pemda DKI yang mundur atau dilengser dari jabatannya, karena dianggap tak bisa mengikuti ritme kerja Gubernur DKI Joko Widodo alias Jokowi, yang rajin blusukan dan suka bicara blak-blakan? Bukan hanya itu, pasangan Jokowi dan Basuki Tjahaja Purnama juga menuntut para pegawai DKI bekerja keras. Bila tak mau kerja keras, silakan memilih antara diganti orang lain atau mengundurkan diri.
Dalam empat bulan pertama masa jabatan Jokowi-Ahok, Eko Baruna (Kepala Dinas Kebersihan DKI) diganti Unun Nurdin. Eko - yang masa jabatannya diperpanjang dua kali di era Gubernur sebelumnya - diganti dengan alasan penyegaran dan memasuki masa pensiun. Berikutnya, giliran Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Sukri Bey diganti oleh Endang Wijajanti. Sejak itu, mutasi dan penggantian terus bergulir. Hingga Februari 2013, total jenderal Jokowi telah mengganti 20 pejabat Eselon I di lingkungan Pemda DKI.
Bukan rahasia lagi, Jokowi-Ahok menyukai pejabat Pemda yang lincah dalam bergerak. Rata-rata, pejabat Pemda yang diganti memang sudah gaek, lantaran mendekati uzur dan sudah berkali-kali diperpanjang masa pensiunnya oleh Gubernur terdahulu. Sementara penggantinya jauh lebih muda dan energik.
Namun kebijakan paling radikal yang dikeluarkan Jokowi terkait sumber daya manusia di Pemda DKI, adalah ketika dia setuju melelang jabatan Lurah dan Camat. Terang benderang sekarang, lelang yang dirancang Jokowi bukan sembarang lelang. Tapi untuk menciptakan Lurah dan Camat generasi baru. Di balik rencana lelang, ada proses Uji Kompetensi yang harus dilalui calon Lurah dan calon Camat. Tak tanggung-tanggung, pelaksanaannya tak hanya di Balai Kota DKI, tapi juga di Mabes Polri.
PEMDA DAN MABES BERBAGI TUGAS - Proses Uji Kompetensi untuk para peserta lelang jabatan Lurah dan Camat itu, hari ini Selasa (7/5) memasuki Tahap II. "Uji Kompetensi Tahap I sudah dilaksanakan 27-28 April lalu, berupa tes kompetensi bidang, diikuti 1.118 peserta," kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) I Made Karmayoga di Jakarta, Selasa (7/5). Sedangkan Uji Kompetensi Tahap II berupa uji kompetensi manajerial akan berlangsung mulai 7 Mei hingga 11 Mei 2013, dilaksanakan di dua tempat: Mabes Polri dan Balai Kota DKI.
Gresnews.com yang sengaja datang untuk melihat langsung jalannya Uji Kompetensi, menyaksikan 48 calon Camat dan calon Lurah mengikuti tes manajerial, dilakukan oleh tim assessment Mabes Polri, di Lantai 10 Gedung TNCC. Seleksi yang diadakan mulai pukul 08.00 pagi ini dibagi dalam dua sesi. Masing-masing sesi diperuntukkan bagi 24 orang. Tes yang harus dilewati para calon Camat antara lain tes tertulis, forum group discussion (FGD), pemaparan, dan wawancara.
"Tes kompetensi manajerial ini berupa materi-materi Strength, Weakness, Opportunity and Threat (SWOT) dan wawancara langsung. Hasilnya bakal kami umumkan 16 Mei," ujar Made. Made menambahkan, ada 1.118 orang calon Lurah dan calon Camat yang akan mengikuti Uji Kompetensi Tahap II ini. Setiap hari akan dipilih 48 peserta, dilakukan secara acak. Nah, kelak, mereka yang punya nilai bagus di kedua Uji Kompetensi (Tahap I dan Tahap II) inilah yang akan dipilih sebagai kandidat.
Berdasarkan kerjasama yang dijalin antarkedua instansi, disepakati bahwa Pemda DKI bertanggunggungjawab untuk menyiapkan peserta dan jadwal pelaksanaan assessment, sementara Mabes Polri menyiapkan sarana dan prasarana yang diperlukan dalam penyelenggaraan assessment.
LANGKAH VISIONER - Harus diakui, apa yang dilakukan Jokowi di Jakarta memang jauh lebih revolusioner ketimbang Gubernur sebelumnya. "Perbedaan Jokowi dengan Fauzi Bowo misalnya, terasa sangat-sangat mendasar dan jauh berbeda. Jokowi programnya lebih terlihat, revolusioner, dan visioner. Program-program itu jadinya seperti sebuah gerakan yang besar," kata anggota DPRD DKI Sanusi beberapa waktu lalu.
Bisa dibayangkan, jika proses lelang seluruh jabatan Lurah dan Camat di DKI (yang dikawal lewat proses seleksi yang ketat dan profesional) ini berjalan lancar, maka Jokowi akan memiliki ujung tombak generasi baru. Seluruh Lurah dan Camat pilihan Jokowi ini serentak menjadi Superlurah dan Supercamat yang siap mengawal setiap program Pemda. Semoga image Lurah dan Camat asal tempel pelan-pelan terhapus. (LAN/GN-02)
