Densus 88 + (2 x 24 Jam) = 20 Teroris

Post Image

GRENEWS.COM - Barangkali bukan 2x24 jam terpanjang, tapi pasti yang tersibuk buat Densus 88. Penangkapan 20 teroris di 6 kota menunjukkan adanya sel baru yang menetas dari gen teroris di Indonesia. Indikasi sementara, semua bermuara ke Santoso, teroris paling dicari di Indonesia.

JAKARTA, BANDUNG, TANGERANG, SUMEDANG, KEBUMEN, KENDAL - Dalam jumpa pers di Humas Polri, Mabes Polri, yang dihadiri Gresnews.com hari ini Kamis (9/5), Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Brigjen Boy Rafli Amar menegaskan pencapaian Tim Densus 88 Antiteror Polri dalam 2 X 24 Jam terakhir: menangkap 20 orang terduga teroris dari berbagai tempat penangkapan, 13 diantaranya dalam keadaan hidup dan 7 orang tewas dalam penggerebekan.

Di Jakarta dan Tangerang Selatan (Pondok Aren dan Ciputat) dibekuk lima orang teroris, semuanya dalam keadaan hidup. Dari tangan mereka disita sejumlah barang bukti, diantaranya senjata api revolver dan uang tunai Rp30 juta. "Semua itu hasil fai (mengumpulkan harta benda untuk tujuan jihad)," jelas Boy.

Di Kebumen, Jawa Tengah, Densus 88 selain meringkus sejumlah teroris, juga masih mengejar dua teroris lain yang sudah teridentifikasi. "Hingga kini kita masih memburu dua orang lagi di Kebumen. Mereka bersembunyi di dalam rumah yang telah kami kurung. Mereka kami perkirakan menyimpan 2 senjata api, 2 bom, dan 1 granat," ungkap Boy.

Di Batang, Kendal, tim menembak mati salah satu pimpinan kelompok jaringan teroris ini, yakni Abu Roban, dengan barang bukti diantaranya senjata api jenis FN dengan 6 butir peluru dan satu revolver dengan 3 butir peluru. Sedangkan di Bandung dan Sumedang, Densus 88 membekuk lima orang teroris dan barang bukti, diantaranya pistol jenis Browning rakitan dan satu senjata api jenis revolver.

KRONOLOGIS PANJANG & MENEGANGKAN - Sepanjang dua hari terakhir, tembak menembak dengan teroris menjadi agenda yang tak pernah bisa dihindari oleh Densus 88 Antiteror Polri. Di Kebumen, Jawa Tengah, bakutembak berlangsung sejak Rabu (8/5) hingga Kamis (9/5).

Perjalanan Densus 88 bermula ketika mereka berhasil menangkap terduga teroris WM alias Acum alias Dadang di Cipacing, Bandung, Jawa Barat, pada Selasa (7/5). Dari hasil pengembangan pemeriksaan terhadap WM, Densus kemudian menggerebek rumah kontrakan milik H. Anda Suhanda, di Kampung Baturengat Hilir, RT 2, RW 8, Desa Cigondewah Hilir, Kecamatan Marga Asih, Kabupaten Bandung, pada Rabu (8/5). Terjadi baku tembak antara teroris dan Densus selama empat jam sejak pukul 11.30 WIB.

Sorenya, sekitar pukul 15.00 Densus menangkap Sugiyanto dan Abu Roban alias Untung alias Bambang Nangka di Batang, Jawa Tengah. Terduga teroris juga ditangkap di Kendal, Jawa Tengah. Kemudian, Densus 88 bergerak ke Tangerang Selatan, meringkus seorang teroris di Pondok Aren sekitar pukul 17.00 dan seorang lainnya di Ciputat pukul 20.00 WIB.

DATA & FAKTA PENANGKAPAN - Berikut nama-nama lengkap teroris yang berhasil ditangkap Densus 88 di berbagai wilayah di Indonesia dalam penggerebekan 2 x 24 jam terakhir:

JAKARTA DAN TANGERANG: Faisal als Boim, Endang, Agung, Agus widharto, Iman. Barang bukti: satu senjata api revolver dan 20 butir peluru, beberapa perhiasan, laptop, hape, uang hasil fai senilai Rp30 jutaan.

KENDAL: Abu Roban (meninggal dunia), Puryanto, Iwan. Barang Bukti : satu FN dan 6 butir peluru, satu revolver dan 3 butir peluru, notebook, flashdisk.

KEBUMEN: Farel, Wagiono, Slamet, Budi, Bastari (meninggal dunia), Toni (meninggal dunia), Bayu alias Ucup (meninggal dunia). Barang bukti: 3 senjata api revolver, 54 butir peluru, 3 bom pipa, satu granat manggis, 4 motor, laptop, lima hape, 2 HT, peta dan denah sketsa target.

BANDUNG: William, Maksum alias Acum alias Dadan, Haris Fauzi alias Jablud, Budi alias Angga (meninggal dunia), Bang Junet alias Encek (meninggal dunia), Sarame (meninggal dunia). Barang Bukti: pistol jenis Browning rakitan, satu buah magazin, amunisi kaliber 3.8 special 200 butir, amunisi 9 mm 80 butir, uang tunai Rp6 juta, pisau genggam, dua hape, satu kamera, dua modem, satu senjata api jenis revolver.

Perampokan yang berhasil dilakukan:
1. BRI Cabang Batang, hasil rampokan senilai Rp790 juta
2, BRI Cabang Grobokan, hasil rampokan Rp630 juta
3. BRI Cabang Lampung, hasil rampokan Rp460 juta

Sedangkan aksi yang gagal mereka lakukan, diantaranya percobaan untuk membakar Pasar Glodok, Jakarta Barat.

BERHUBUNGAN DENGAN SANTOSO - Boy Rafli menambahkan, penangkapan di beragam tempat itu menunjukkan bahwa sel-sel jaringan terorisme terus berkembang. Ada sel-sel baru yang menetas, ada wajah-wajah baru yang direkrut. "Kita harus waspada terhadap adanya upaya perekrutan dan pembentukan sel-sel baru. Dari berbagai kelompok yang berhasil ditangkap, semua memiliki kaitan dengan pimpinan teroris Poso yang saat ini menjadi pimpinan teroris paling dicari di Indonesia, Santoso.

"Mereka ada link dengan saudara Santoso," tegas Boy. Saat ini kelompok Santoso seakan mendomimasi rangkaian aksi-aksi teror maupun perampokan bermotif teror di Indonesia. "Kelompok yang dominan saat ini Santoso dan kawan-kawan, sampai saat ini kita masih kejar terus," ungkap Boy. Ditanya apakah kelompok Santoso ini memiliki hubungan dengan kelompok teroris internasional tertentu, Boy menjawab, "Kejahatan teror ini memang internasional, senjata api yang dimiliki dari internasional, mereka juga pernah ikut pelatihan di luar, mereka punya hubungan dengan lebih dari satu negara."

MENCARI DANA BUAT INDONESIA TIMUR - Informasi sementara yang didapat pihak Kepolisian lewat Densus 88, motivasi kelompok-kelompok ini dalam melakukan aksi teror adalah untuk mencari dana, guna mendukung perjuangan Mujahiddin Indonesia Timur. Kelompok inilah yang selama ini kerap melakukan aksi-aksi teror di Poso, dipimpin oleh Autat Rawa dan Santoso.

Yang lebih mengkhawatirkan, seperti terlihat dari daftar bank yang pernah mereka rampok, lokasi aksi teror dan perampokan tak hanya terbatas di Indonesia Bagian Timur, tapi seluruh pelosok Indonesia. Bukan tak mungkin, di luar enam kota yang digerebek Densus 88, masih ada anggota teroris jaringan Santoso di kota-kota lain yang bergerilya untuk kelompok-kelompok garis keras di luar sana.

Setiap aksi kriminal patut dicurigai, karena teroris tak akan bisa bergerak tanpa adanya dana. (LAN/GN-02)