Kartel Migas adalah Kementerian ESDM, SKK Migas, Korporasi
Sebenarnya uang tersebut semua berasal dari mana? Mengapa ada seseorang atau perusahaan begitu berani memberikan uang begitu besar, itu pun yang baru kelihatan di publik dan yang terungkap? Kemungkinan masih banyak lagi jumlahnya. Saat ini publik baru pada tahap bahwa uang tersebut dari perusahaan Kernel Oil.
Beberapa hari terakhir ini kita dikejutkan dengan berita tertangkapnya Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini dengan barang bukti awal yang disita oleh KPK yakni satu unit motor besar merek BMW dan uang senilai hampir USD700 ribu. Setelah diperiksa lebih lanjut dan dilakukan penggeledahan lebih lanjut, ditemukan barang bukti berikutnya di safe deposit Bank Mandiri senilai USD320.100. Lebih menghebohkan lagi ketika itu diusut lebih lanjut ternyata terdapat uang di ruang sekjen Kementerian ESDM senilai USD200.000.
Sebenarnya uang tersebut semua berasal dari mana? Mengapa ada seseorang atau perusahaan begitu berani memberikan uang begitu besar, itu pun yang baru kelihatan di publik dan yang terungkap? Kemungkinan masih banyak lagi jumlahnya. Saat ini publik baru pada tahap bahwa uang tersebut dari perusahaan Kernel Oil.
Kernel Oil hanya perusahaan kecil dan baru akan melakukan tender untuk produksi minyak. Betapa mengerikannya kalau kita mau mengambil kesimpulan dari data yang ada: Kernel Oil perusahaan minyak kecil dan baru akan melakukan tender; Ditemukan uang dan kendaraan di rumah Kepala SKK Migas; Ditemukan uang di ruang Sekjen ESDM.
Dengan tiga fakta tersebut, kita dapat membuat kesimpulan walaupun bersifat sementara bahwa begitu menjanjikan dan banyak godaan yang terjadi di dunia migas di negara kita ini. Semua orang berusaha mendapatkan bagian untuk melakukan produksi di tanah air kita, walaupun belum tentu terdapat kandungan minyak. Mereka berusaha untuk mendapatkannya bahkan dengan mengeluarkan biaya yang begitu besar.
Saat ini yang baru diketahui sampai level Sekjen ESDM, walaupun telah disangkal oleh yang bersangkutan lengkap dengan sumpah menggunakan nama Tuhan. Seorang Sekjen ESDM, seorang Kepala SKK Migas merupakan orang-orang yang bertanggung jawab untuk mengelola hasil bumi kita untuk kebaikan dan kemakmuran seluruh bangsa, seperti yang tercantum dalam UUD 1945.
Akibat dari semua itu adalah harga BBM yang mahal, rakyat sengsara, dan tidak tercukupinya kuota minyak. Maka tidak salah apabila beberapa media berita memberitakan adanya kartel di industri migas kita. Walaupun kalau dengan logika sederhana kartel tersebut sudah terlihat hubungan Kementerian ESDM, SKK Migas, dan perusahaan. Mereka semua yang paling diuntungkan dengan kondisi negara saat ini.
Yohanes Hartono
Blogger di Jakarta
