DPR dan Polri ´Percikan Api´ ke KPK
"Hanya menurut saya tidak bagus bagi relasi jangka panjang KPK dan polisi. Peristiwa gesekan yang terjadi, suka tidak suka akan merusak hubungan KPK dan Polri."
JAKARTA - Pengamat Hukum Alexander Lay menilai langkah Komisi Hukum DPR yang meminta keterangan mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi tidak bagus untuk masa depan hubungan KPK dengan Kepolisian. Apalagi rapat yang seharusnya tertutup itu hasilnya diumbar ke publik.
"Hanya menurut saya tidak bagus bagi relasi jangka panjang KPK dan polisi. Peristiwa gesekan yang terjadi, suka tidak suka akan merusak hubungan KPK dan Polri," kata Alex di Jakarta, Sabtu (24/11)
Karena itu dia meminta agar Komisi III memfasilitasi pertemuan antara kedua lembaga penegak hukum itu. Sehingga bisa kembali memiliki hubungan yang harmonis yang selanjutnya bersinergi melakukan pemberantasan tindak pidana korupsi. "Ke depannya kita harap Komisi III bisa mendekatkan lagi hubungan KPK dan Polri," tuntasnhya
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Komisi III DPR RI menggelar rapat tertutup dengan Kabareskrim Polri di DPR pada Rabu (21/11) lalu. Namun ternyata di dalam rapat itu ikut juga mantan 14 Penyidik KPK yang telah kembali ke Polri.
"Ini kan menjadi pertanyaan buat kami, kenapa sampai ada hengkang penyidik di KPK kembali ke kesatuan asalnya, banyak sekali. Tentu ini bukan terjadi kebetulan semata, pasti ada apa-apanya," jelas anggota Komisi III dari FPDIP, Trimedya Panjaitan, di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, (21/11).
