Tak bisa bahasa Inggris, 3 bulan dipaksa jadi budak seks mertua
Malang betul nasib pengantin perempuan asal Pakistan ini. Dia dijadikan budak seks oleh calon ayah mertuanya sendiri. Ironisnya, dia tak mampu mengadu kepada aparat penegak hukum lantaran tidak bisa berbahasa Inggris.
MALANG betul nasib pengantin perempuan asal Pakistan ini. Dia dijadikan budak seks oleh calon ayah mertuanya sendiri. Ironisnya, dia tak mampu mengadu kepada aparat penegak hukum lantaran tidak bisa berbahasa Inggris.
Pria bejat itu melucuti perhiasan serta menyembunyikan paspor milik si calon menantu, tak lama setelah datang ke Inggris. Kedatangannya itu untuk mendatangi calon pengantin pria dari hasil perjodohan.
Ironisnya, pria gaek itu bahkan meminta si calon menantu untuk merahasiakan aksi pelecehan seksual yang dilakukannya. Bahkan, pria itu mengancam akan menyuruh putranya menceraikan si menantu apabila dia tak bersedia melayani nafsu syahwatnya.
Setelah tiga bulan menjadi budak nafsu mertuanya, perempuan itu sedikit demi sedikit mulai mengerti bahasa Inggris. Dia kemudian menghubungi kantor polisi untuk meminta pertolongan.
Pengaduan itu membuat si pria bejat itu dituntut 22 tahun penjara atas kasus kejahatan seks. "Pria tua itu juga menyiksa si menantu, misalnya, melukainya dengan obeng dan menyundutnya dengan besi panas untuk mengukuhkan agitasinya," demikian seperti dilaporkan dalam keterangan di Pengadilan Bradford.
"Pria itu memaksa menantunya tidak memakai pakaian dalam untuk memudahkannya dalam melakukan aksi bejad. Dia melecehkan menantunya itu saat istrinya sedang tak ada di rumah," ucap Jaksa Richard Clews, seperti dikutip Daily Mail.
Pria itu mengakui bersalah telah melakukan kejahatan seks antara tanggal 1 Mei 2010 dan 12 Agustus 2010.
"Ini adalah kasus yang sangat sensitif dimana korban dipaksa untuk tunduk pada kejahatan seks, kekerasan fisik dan mental selama kurun waktu yang cukup panjang," ungkap petugas polisi West Yorkshire, Constable Sharon Larkin.
