BMKG: Tsunami kecil sempat landa Aceh, tapi jangan dianggap enteng
"Tsunami itu tidak harus berupa gelombang besar. Rabu kemarin itu tsunaminya ada yang hanya mencapai 80 cm. Memang tidak begitu siginifikan, tetapi itu adalah tsunami. Ini tentu beda dengan pasang air laut atau gelombang air laut biasa yang hanya di permukaan."
Jakarta - Pasca gempa 8,5 SR yang mengguncang di Aceh dan sekitarnya, Rabu sore (11/4) terjadi tsunami di beberapa titik. Tidak seperti 2004 lalu, tsunami yang terjadi merupakan tsunami kecil dengan ketinggian kurang dari 100 cm. Namun jangan pernah meremehkan tsunami kecil.
"Tsunami itu tidak harus berupa gelombang besar. Rabu kemarin itu tsunaminya ada yang hanya mencapai 80 cm. Memang tidak begitu siginifikan, tetapi itu adalah tsunami. Ini tentu beda dengan pasang air laut atau gelombang air laut biasa yang hanya di permukaan," kata Kepala Bidang Mitigasi Gempa Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) M Riyadi di Jakarta, Kamis (12/4).
Sedangkan tsunami itu asalnya dari bawah laut dan lebih berbahaya ketimbang gelombang air laut biasa. "Meskipun cuma 80 cm, tetapi orang yang berenang bisa terseret. Pada 2004 lalu, di Medan gelombangnya tidak cukup tinggi, kurang dari satu meter. Namun akibatnya perahu bisa terbalik," sambung Riyadi.
Air surut mendadak
Tsunami kerap ditandai dengan surutnya air laut secara mendadak. Hal ini juga berbeda dengan pasang surut. Jika pasang surut yang terjadi, maka surutnya air laut terjadi perlahan. Sedangkan surutnya air laut pertanda tsunami terjadi dengan sangat cepat.
"Itu terjadi tiba-tiba. Bahkan pada 2004 lalu, ikan tidak bisa mengikuti sehingga banyak yang terdampar ikannya karena saking cepatnya. Gelombang baliknya ini yang harus diwaspadai," terang Riyadi.
Wikipedia melansir di laut dalam, gelombang tsunami dapat merambat dengan kecepatan 500 km hingga 1.000 km per jam. Kecepatan itu setara dengan kecepatan pesawat terbang. Ketinggian gelombang di laut dalam hanya sekitar satu meter sehingga laju gelombang tidak terasa oleh kapal yang sedang berada di tengah laut. Namun ketika mendekati pantai, kecepatan gelombang tsunami menurun hingga sekitar 30 km per jam, namun ketinggiannya sudah meningkat hingga mencapai puluhan meter. Hantaman gelombang Tsunami bisa masuk hingga puluhan kilometer ke darat dari bibir pantai.
