Saat Hukum Diduga Punya Harga

Kalau hukum bisa ditawar… apakah keadilan masih punya arti? Sebuah dugaan muncul dari ruang persidangan. Pelan… tapi mengganggu.

Seorang oknum jaksa, Ridwan Sujana Angsar, yang kini menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan, diduga meminta uang dari kontraktor. Ridwan diduga memeras Hironimus Sonbai atau Roni, seorang kontraktor yang terlibat korupsi proyek renovasi sekolah di Kupang Nusa Tenggara Timur.

Bukan ribuan. Bukan puluhan juta. Tapi disebut-sebut mencapai sekitar Rp 325 juta. Kasusnya belum selesai. Masih klarifikasi. Masih ditelusuri. Tapi satu hal sudah terasa retakan kecil di fondasi kepercayaan. Karena jaksa bukan sekadar profesi.

Mereka wajah hukum. Simbol benar dan salah. Dan jika simbol itu goyah… yang runtuh bukan satu kasus. Tapi keyakinan publik. Mungkin masalahnya bukan soal siapa yang bersalah. Tapi soal satu pertanyaan yang lebih sunyi… Kalau keadilan harus dibayar siapa yang masih mampu membelinya?