SBY: IPSC Sentul bantu perdamaian dunia

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan kawasan Indonesia Peace and Security Center (IPSC) Sentul, Bogor, dibangun untuk meningkatkan peran kapasitas Indonesia untuk memberikan masukan perdamaian internasional.

Post Image
Presiden SBY (Foto:lensaindonesia.com)

Bogor - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan kawasan Indonesia Peace and Security Center (IPSC) Sentul, Bogor, dibangun untuk meningkatkan peran kapasitas Indonesia untuk memberikan masukan perdamaian internasional.

"Pembentukan ini untuk meningkatkan partisipasi Indonesia khususnya untuk perdamaian PBB," kata SBY, saat bersama dengan Sekjen PBB Ban Ki Moon mengunjungi Fasilitas Pendidikan dan Pelatihan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian TNI (Fasdiklat PMPP TNI) di Sentul, Bogor, Selasa (20/3)

Menurut Presiden SBY, sejak 1957 peran pasukan perdamaian PBB tidak pernah terlupakan. Indonesia mendapatkan mandat dari UUD 1945 untuk menjaga perdamaian dunia. Hingga kini sudah 9740 personel TNI dikerahkan di berbagai negara. Diantaranya terdapat 1456 prajurit yang ditempatkan di Lebanon.

"Adanya pusat ini, kita memiliki target yang terukur. Kita berharap bisa menjadi top ten. 4000 personel. Jumlah tersebut tak cukup karena bergerak di lingkungan yang lebih rumit. Untuk itu perlu dibekali bagi personel yang akan dikirim ke misi perdamaian," ujar Presiden.

SBY mengharapkan, personel TNI  harus berlatih dengan baik atas mandat yang juga sangat baik ini.  Presiden menambahkan, tantangan terorisme, bencana alam, harus diantisipasi dengan memiliki pengetahuan yang baik antarnegara. "Kalau bisa bahasa setempat. Pembentukan ini untuk tujuan tersebut yang memiliki lima fungsi yang kuat," kata Presiden.

Lebih lanjut, SBY mengatakan, Indonesia Peace and Security Center (IPSC) direncanakan melatih para sipil yang akan dikirim dalam mediasi serta aspek setelah konflik. "Kita berusaha menciptakan pusat pengetahuan sipil, rekonstruksi dan pemberdayaan ekonomi dalam proses perdamaian," ujar SBY.

Selain itu, peran polisi, jaksa dan penegak hukum lainnya harus diberdayakan. Indonesia tidak bisa  menjalankan hal ini sendirian. "Kita berharap kerjasama dengan PBB dalam melengkapi pusat ini. Namun, dengan pembentukan pusat ini akan bergantung pada dukungan rekan-rekan di seluruh dunia. Saya menyambut baik kontribusi duta besar," pungkas SBY.