Jhonny Allen borong saham KS hampir Rp14 M

Jhony Allen Marbun dan keluarga ramai-ramai membeli saham PT Krakatau Steel (KS) sehari sesudah dibukanya penawaran saham perdana (IPO) Krakatau Steel pada 11 November 2010. Borong saham Jhony Allen Marbun  dan keluarganya itu mencapai 0,07% dari total saham KS.

Post Image
Jhony Allen Marbun (Foto: seputarnusantara.com)

Jakarta -  Jhony Allen Marbun dan keluarga ramai-ramai membeli saham PT Krakatau Steel (KS) sehari sesudah dibukanya penawaran saham perdana (IPO) Krakatau Steel pada 11 November 2010. Borong saham Jhony Allen Marbun  dan keluarganya itu mencapai 0,07% dari total saham KS yang ditawarkan kepada publik.

Dari data yang didapatkan gresnews.com, Wakil Ketua DPP Partai Demokrat itu membeli saham PT KS sebesar Rp2,382 miliar atau 0,02 persen. Sedangkan istri Jhony Allen Marbun, Sara Tiodora Silalahi membeli saham sebesar Rp2,250 miliar atau 0,01%.

Saat membeli saham IPO Krakatau Steel itu, alamat yang tertera dalam dokumen tersebut adalah  Jl Ciremai Ujung No 11 A Kelurahan Bantar Jati Bogor.

Sementara itu, adik ipar Jhony Marbun Allen, Maria Tiurma Silalahi yang merupakan pegawai di Taman Margasatwa Ragunan juga ikut membeli saham PT Krakatau Steel sebesar Rp2,250 miliar (0,01%). Tak hanya itu, Mahdalena Simanjuntak, kakak ipar Jhony Allen Marbun juga ikut membeli saham KS sebesar 2,250 miliar (0,01%).

Hal yang sama juga dilakukan sepupu Jhony Allen, Kristina Simarmata. Kristina membeli saham IPO Krakatau Steel sebesar Rp2,250 miliar (0,01%).

Sementara itu, Franico Laboranta Marbun, yang merupakan saudara Jhony Allen juga tak ketinggalan untuk membeli saham IPO Krakatau Steel sebesar 2,250 miliar (0,01%).

Selain Jhony Allen Marbun, petinggi Partai Demokrat lainnya, Sonny Waplau yang merupakan Bendahara Umum sementara DPP Partai Demokrat juga membeli saham IPO Krakatau Steel sebesar Rp7,882 miliar (0,05%).

Sementara itu, kuasa hukum Tino Selestinus, Andar M Situmorang mengungkapkan bahwa Jhony Allen Marbun diduga melakukan percaloan anggaran yang dilakukan bersama Monica Wilhelmina Weenas (anggota DPRR DKI Jakarta) dan sudah menghasilkan pundi-pundi yang sangat besar.  Jhonny Allen dan Monica mempunyai rekening gendut pada sejumlah bank.  Bahkan, Jhonny Allen menitipkan uangnya hingga puluhan miliar di rekening saudaranya, Sahat VB Silalahi dan Maria Tiurma Silalahi.

Menurut Andar, Allen pernah menitipkan uang Rp11 miliar dan uang ratusan ribu dollar amerika di rekening saudaranya Sahat VB Silalahi yang bekerja sebagai pegawai Telkom Indonesia di Jember, Jawa Timur. Di rekening, Maria Tiurma Silalahi, uang Jhonny Allen pernah mampir Rp17 miliar berikut ratusan ribu dollar amerika. Adik ipar Allen tersebut merupakan pegawai di Taman Margasatwa Ragunan.

“Kalau Monika Wilhelmina Wenas mempunyai rekening Rp27 miliar. Uang tersebut diduga berasal dari transferan pejabat sejumlah daerah yang mendapat anggaran pusat hasil percaloan Jhonny Allen,” kata Andar yang juga kuasa hukum mantan ajudan Allen yang lain bernama Resco, Jakarta, Selasa (18/10).

Menurut Andar, tiga rekening gendut Monika Wilhelmina Wenas sudah ditutup baru-baru ini. Selain ke saudaranya, Jhony Allen juga menitipkan uang ke rekening kerabatnya yang lain antara lain Mahdalena Simanjuntak, Kristina Simarmata dan Bahri Wenas yang merupakan adik Monica Wenas.

Dari catatan Andar, Jhonny Allen dan Monica menjadi makelar anggaran  untuk sejumlah daerah, salah satunya anggaran insfratruktur dan sarana prasarana sejak tahun 2007. Sejumlah daerah yang ‘dicaloi’ antara lain Rp45 miliar untuk Kabupaten Bolang Mongondow Provinsi Sulawesi Utara, Rp40 miliar untuk Seram Bagian Bara Provinsi Maluku, Rp20 miliar untuk Kabupaten Poso Provinsi Sulawesi Tengah,  Rp20 miliar untuk Kabupaten Konawe Selatan Provinsi Sulawesi Tenggara, Rp60 miliar untuk Kabupaten Halmahera Timur Provinsi Maluku Utara, Rp60 miliar untuk Kabupaten Puncak Jaya Provinsi Papua.

“Dari dugaan praktik percaloan anggaran itu, Jhonny Allen mendapat fee 5 persen sampai 7 persen dari jumlah anggaran per daerah yang disetorkan ke rekening kerabatnya dan Monica,” kata Direktur Eksekutif Government Againts Corruption & Discrimination (GACD) itu.

Jhonny Allen juga sempat disebut dalam kasus dugaan suap dana stimulus pembangunan dermaga dan bandara di Indonesia Timur dengan tersangka Abdul Hadi Djamal. Nama Johnny disebut oleh Abdul Hadi, yang juga anggota DPR saat itu, sebagai inisiator pertemuan yang membahas alokasi dana stimulus tersebut.

Ketika ditanya kepada Jhony Allen soal pembelian saham IPO Krakatau Steel tersebut, ia menyatakan, pembelian saham IPO KS tersebut tak ada masalah.

"Emang ada yang salah dengan pembelian saham itu? Kan semua terbuka dan tak ada masalah," kata Jhony Allen kepada gresnews.com, Jakarta, Selasa (18/10).