9 aktivis cukur rambut buat kado SBY
"Sesudah dicukur rambut bisa tumbuh lagi. Jadi di sini (KPK), jangan sampai rambut kita dari botak sampai tumbuh lagi, tapi kasus Nazaruddin belum selesai," kata Juru Bicara Kompak, Effendi Ghazali.
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan dikadoi hadiah ulang tahun berupa jutaan helai rambut yang berasal dari sembilan aktivis yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi (Kompak). Pencukuran rambut ´masal´ ini dilakukan di pelataran gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
"Tujuan Kompak adalah mau memberikan kado kepada Pak SBY," kata Juru Bicara Kompak, Effendi Ghazali, dalam aksi di gedung KPK, Jakarta, Jumat (9/9).
Sembilan orang yang dicukur, antara lain, Fadjroel Rahman, Thamrin Amal Tomagola, KH Maman, Dwi Pudjo Soekatmo (pelukis), Ridwan, Firman Abadi, Pingit Widodo, Iwan Piliang, Doto Miharto (Budayawan dari Cirebon).
Khusus untuk Fadjroel, plontosan rambutnya juga untuk memenuhi nazarnya dulu. Ketika itu, Fadjroel bernazar jika Nazaruddin berhasil tertangkap dan dipecat dari demokrat dan DPR, dirinya akan menyukur habis rambutnya.
"Sesudah dicukur rambut bisa tumbuh lagi. Jadi di sini (KPK), jangan sampai rambut kita dari botak sampai tumbuh lagi, tapi kasus Nazaruddin belum selesai," ungkap Effendi berfilosofi
Sementara itu, rambut-rambut mereka yang jatuh lantaran terpotong, dikumpulkan dalam sebuah kardus. Nantinya, kardus berisi rambut-rambut itu, akan diberikan kepada SBY sebagai kado ulang tahun ke-62.
Para aktivis tersebut tampak santai dan gembira menjalani cukur rambut tersebut. Mereka terlihat tak terbebani dengan kenyataan mahkota berwarna hitam itu, tak akan lagi menghiasi kepala mereka.
