Dibebaskan, warga yang tertangkap saat pembajakan Gajayana
Menurut Anton, Sugiyanto lari karena mendengar tembakan polisi. Atas tindakan itu, petugas polisi di lokasi kejadian merasa curiga dan mengejar Sugiyanto.
Jakarta - Kepolisian membebaskan warga sipil yang tertangkap terkait pembajakan kereta api Gajayana kemarin, Sabtu (27/8). Pasalnya, warga sipil bernama Sugiyanto itu terbukti hanya melarikan diri karena panik saat mendengar tembakan polisi.
"Setelah dilakukan pemeriksaan baik dari masinis dan pembantu masinis ternyata yang Sugiyanto ini tidak màsuk ke dalam rangkaian itu," ujar Kadiv Humas Polri, Irjen Anton Bachrul Alam, di Mabes Polri, Minggu (28/8).
Menurut Anton, Sugiyanto lari karena mendengar tembakan polisi. Atas tindakan itu, petugas polisi di lokasi kejadian merasa curiga dan mengejar Sugiyanto.
"Akhirnya setelah kemarin sore dilakukan pemeriksaan kita lepaskan karena tidak terlibat," kata Anton.
Sementara itu, Anton melanjutkan, terkait pelaku yang merupakan oknum militer Angkatan Laut, diserahkan melalui mekanisme militer.
"Yang militer kita serahkan ke mekanismenya," kata Anton.
Sebelumnya, aparat kepolisian menangkap Sugiyanto dan Darso di Peron 4 Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat. Keduanya ditangkap atas dugaan pembajakan KA Gajayana tujuan Malang-Jakarta.
Sabtu (27/8) pagi, Stasiun Senen digegerkan suara letusan tembakan saat Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo tengah meninjau persiapan mudik lebaran 2011. Bukan main-main, tembakan itu dilepaskan ketika pasukan Brimob menyergap Sertu Darso, anggota Marinir, yang membajak kereta eksekutif KA Gajayana tujuan Malang-Jakarta.
Marinir yang berdinas di Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan Yonmarhanlan Lantamal III Jakarta itu, membajak KA Gajayana dari sekitar kawasan Stasiun Telagasari, atau enam stasiun dari Cirebon, sejak pukul 07.09 pagi tadi. Motifnya, Darso minta segera diantar ke Jakarta, karena ingin bertemu dengan komandannya.
