Inilah 3 jam drama pembajakan KA Gajayana oleh Sertu Darso

Sabtu (27/8) pagi, Stasiun Senen digegerkan suara letusan tembakan saat Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo tengah meninjau persiapan mudik lebaran 2011

Post Image
Ilustrasi (Foto:beritajakarta.com)

Jakarta - Sabtu (27/8) pagi, Stasiun Senen digegerkan suara letusan tembakan saat Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo tengah meninjau persiapan mudik lebaran 2011. Bukan main-main, tembakan itu dilepaskan ketika pasukan Brimob menyergap Sertu Darso, anggota Marinir, yang membajak kereta eksekutif KA Gajayana tujuan Malang-Jakarta.

Marinir yang berdinas di Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan Yonmarhanlan Lantamal III Jakarta itu, membajak KA Gajayana dari sekitar kawasan Stasiun Telagasari, atau enam stasiun dari Cirebon, sejak pukul 07.09 pagi tadi. Motifnya, Darso minta segera diantar ke Jakarta, karena ingin bertemu dengan komandannya.

Dalam penangkapan itu, pasukan brimob sempat melepas 3 tembakan peringatan. Ketika itu, rombongan Gubernur Fauzi Bowo langsung diamankan ke ruang Kepala Stasiun Senen. Adapun, Darso yang memegang pisau sungkur dan pistol airsoftgun berhasil dilumpuhkan, lebih kurang pukul 09.35.

Berikut ini kronologi drama pembajakan KA Gajayana oleh Sertu Darso selama hampir 3 jam itu, berdasarkan versi Kepala Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Sugeng Priyono.

Pukul 06.21
KA Gajayana Lebaran berangkat dari stasiun Cirebon. Pada 06.54 KA Gajayana lebaran tertahan sinyal masuk Stasiun Jatibarang.

Pukul 07.09.
Di Stasiun Telagasari ada beberapa orang yang menghadang di jalan rel, satu orang naik lokomatif kA Gajayana Lebaran, Sertu Darso. Anggota Marinir itu dengan bermodal pisau sangkur meminta masinis untuk langsung membawa kereta ke Jakarta, tanpa berhenti. Selain pisau, Darso terlihat juga membawa senjata api berbentuk pistol (Akhirnya TNI AL melansir senjata itu adalah pistol airsoftgun)

Pukul 07.28-07.30
KA Gajayana berhenti di Stasiun Haurgeulis untuk menurunkan penumpang yang ada di lokomotif. Masinis melaporkan kepada pengendali operasi KA Cirebon bahwa penumpang di Lokomotif sudah diturunkan di Stasiun Haurgeulis.

Pada 08.12
Masinis KA Gajayana melakukan penyesuaian frekuensi radio lokomotif ke pengendali operasi KA Daerah Operasi (Daops) III Cirebon minta agar perjalanan kereta tersebut diberikan aspek hijau-hijau atau perjalanan langsung sampai stasiun gambir.

Pada 08.14
KA Gajayana lewat stasiun Cikampek. Kemudian pada pukul 08.16 - 09.00 petugas PK Timur Daop 1 Jakarta, memanggil masinis KA Gajayana Lebaran melalui radio lokomotif namun tidak ada respons. Untuk itu petugas PK berinisiatif meng-BLB-kan KA Gajayana Lebaran di Stasiun Bekasi namun gagal.

Pukul 09.08
Petugas Piket Timur Daops I mendapatkan kontak dari masinis KA Gajayana dengan suara pelan bahwa dirinya disandera dan mohon KA dilangsungkan sampai stasiun Gambir. Padahal, saat itu situasi masinis tengah ditodong pistol di leher, dan dadanya menempel pisau sangkur pembajak.

Pukul 09.10
KA Gajayana dicoba diberhentikan di stasiun Jatinegara, namun gagal, dan diarahkan ke Stasiun Pasar Senen, dari tujuan awalnya Stasiun Gambir. Di Stasiun Senen, pasukan Brimob sudah siap melakukan penyergapan.

Pukul 09.12
Kondektur KA Gajayana menerima telepon dari pegawai Purwokerto agar nanti kereta masuk stasiun Pasar Senen melakukan penarikan rem darurat dari dalam rangkaian. Lalu, kondektur meminta kepada teknisi KA Gajayana agar siap-siap melakukannya.

Pukul 09.35
KA Gajayana masuk jalur 4 dan melakukan pengereman darurat yang dilakukan oleh teknisi KA. Pelaku Sertu Darso akhirnya berhasil ditangkap oleh aparat Brimob yang sudah siaga di jalur 4.