Balikpapan - Bertepatan dengan peringatan HUT Kemerdekaan RI Ke-66 pada 17 Agustus 2011, PT Kaltim Aviation Holding (KAH) menggelar pelaksanaan terbang perdana Kaltim Air.
Direktur Utama PT KAH, Marthin Billa mengatakan, bahwa mengudaranya Kaltim Air berawal dari ide Gubernur Kaltim tentang wacana sebuah usaha di bidang kedirgantaraan untuk mengatasi keprihatinan atas kondisi riil infrastruktur untuk masyarakat pedalaman dan perbatasan.
Sebagai tahap awal, Kaltim Air mengoperasikan tiga pesawat yakni satu pesawat Jet BAE 146-72 empat mesin berkapasitas 72 penumpang, melayani rute Jakarta–Berau–Tarakan pp dan akan terbang tiga hari dalam seminggu. Dua buah pesawat lainnya berjenis Grand Carravan, kapasitas 12 penumpang.
"Kedua pesawat Grand Carravan akan berada di dua home base yaitu di Bandara Temindung Samarinda untuk melayani rute penerbangan wilayah tengah yakni Kubar, Kutim dan Bontang, dan home base di Bandara Juwata Tarakan untuk melayani rute penerbangan wilayah utara meliputi Berau, Bulungan, Malinau, Tarakan dan Nunukan," ungkap Marthin Billa seperti dikutip balikpapan.go.id.
Sementara itu dalam pengoperasiannya, PT KAH bermitra dengan beberapa perusahaan diantaranya PT Survey Udara Penas untuk urusan penyiapan pesawat dan Air Operator Certificate (AOC) bagi BAE 146-72 dan PT. Prime Air untuk pengoperasian Grand Carravan. Sedangkan untuk menangani urusan ground handling ditangani oleh PT. Gapura Angkasa.
"Dibukanya jalur penerbangan tersebut maka arus barang, jasa, dan penumpang akan lebih mudah sehingga dapat menunjang pertumbuhan ekonomi masyarakat di daerah perbatasan," kata H Awang Farouk Ishak, Gubernur Kalimantan Timur.
Acara penerbangan perdana pesawat Kaltim Air usai ditandai dengan dengan penerbangan Grand Carravan menuju Samarinda. Turut dalam penerbangan perdana tersebut diantaranya Gubernur Kalimantan Timur , Ketua DPRD Kalimantan Timur dan sejumlah pejabat.
