Kesawan diusulkan jadi zona Melayu tempo doeloe di Medan

"Kerajaan Melayu pernah berjaya di kawasan Kesawan, namun saat ini kejayaan itu seolah tidak terlihat lagi."

Post Image
Kawasan Kesawan, Medan (Foto: pemkomedan.go.id)

Medan - Pemerintah kota Medan berencana mengembangkan kawasan Kesawan menjadi zona Melayu tempo doeloe. Kelak, apabila sudah diputuskan maka kendaraan bermotor dilarang melintas di zona cagar budaya tersebut dan yang boleh lewat hanya kereta kuda dan kendaraan tempo doeloe.

"Kerajaan Melayu pernah berjaya di kawasan Kesawan, namun saat ini kejayaan itu seolah tidak terlihat lagi. Sekarang kalau ditanya, dimana Kampung Melayu di Medan, jawabannya tidak ada. Padahal, kejayaan masyarakat Melayu dahulu, notabenenya terlihat dengan adanya kota Medan," kata Narudin Dalimunthe, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sumatera Utara (Sumut) seperti dilansir pemkomedan.go.id.

Narudin menambahkan, sekarang kita harus melihat kembali sejarah dan memelihara aset-aset budaya yang masih tersisa, di kawasan Kesawan pernah berjaya kerajaan Melayu, yakni Kesultanan Deli, Kesultanan Serdang, dan Kesultanan Langkat.

"Mengapa kita tidak buat daerah yang menandakan simbol kejayaan Melayu. Kebetulan, ikon Kota Medan yang masih utuh tanda-tanda peninggalan sejarah serta bangunan tempo dulunya ada di sekitaran Kesawan ini," ungkap Narudin.

Menurutnya, dengan menjadikan Kesawan sebagai zona cagar budaya, wisatawan yang berkunjung bisa diajak ke kawasan tersebut untuk dapat melihat peninggalan-peninggalan kejayaan Melayu tempo dulu.

Dia mengungkapkan, kalau Istana Maimun itu hanya peninggalan Kesultanan Melayu berbentuk rumah, bukan wilayah. Sejatinya, Kota Medan merupakan wilayah Kesultanan Deli.

"Karena itu,sudah seharusnya jika ketika ada wisatawan yang berkunjung ke Medan, diajak ke wilayah kawasan Melayu. Ini bisa ditawarkan menjadi destinasi pariwisata dalam kota," tambah Narudin.

Dia mengharapkan, masyarakat sendiri bisa menjaga dan menghargai peninggalan-peninggalan leluhur yang ada, jika nanti rencana kawasan Kesawan menjadi cagar budaya ini terealisasi, maka bentuk-bentuk peninggalan sejarah dan budaya Melayu tidak akan diubah.

"Pemerintah juga tidak akan memasukkan unsur modern seperti yang terjadi saat kawasan tersebut menjadi Kesawan Square," tambahnya lagi.

Menurut Narudin, kalau ini sudah diputuskan, kenapa tidak dijadikan suatu zona budaya dan melarang sepeda motor serta mobil untuk lewat. "Alat trasportasi yang bisa melewati kawasan ini hanya kereta kuda dan kendaraan tempo dulu lainnya."

(Mac)