Dia dijuluki "the real menteri" — bukan oleh media, tapi oleh saksi di ruang sidang, di bawah sumpah. Sekarang dia buron, terakhir terlacak di benua lain.l
Namanya Jurist Tan, eks Staf Khusus Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi era Nadiem Anwar Makarim. Dalam sidang kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook — negara didakwa rugi Rp2,1 triliun — sejumlah pejabat karier mengaku takut membantah perintahnya. Alasannya:
Nadiem sendiri pernah menegaskan, ucapan Jurist Tan sama dengan ucapannya. Jurist lalu ditetapkan tersangka. Tapi sebelum diperiksa, dia sudah terbang ke luar negeri, dan sampai kini berstatus buron.
Sekarang Kejagung mengejarnya lintas benua — sementara Nadiem, terdakwa dalam kasus yang sama, membantah pernah memberi kewenangan itu.
Kalau staf bisa berkuasa sebesar menteri, siapa sebenarnya yang memimpin kementerian — dan siapa yang bertanggung jawab kalau semua berantakan?
