Setengah miliar rupiah. Benarkah itu harga sebuah perjuangan yang tiba-tiba dihentikan?
Melva Pardede, perwakilan ojol yang mengawal aksi warga Pati di depan Gedung DPR RI, meradang. Ia dan rekannya menyiapkan logistik, mengawal massa, tanpa sepeser pun imbalan.
Tapi begitu Supriyono alias Botok, Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu, dan rombongannya selesai bertemu pimpinan DPR RI, mereka langsung angkat kaki. Melva menuding: mereka diduga menerima Rp500 juta usai audiensi itu. Ia berteriak lantang, jangan pernah injak Jakarta lagi kalau caranya begini.
Ternyata Botok balik menuding, perempuan berjaket ojol itu diduga bukan ojol sungguhan, melainkan provokator yang sengaja memecah aksi.
Di tengah asap gas air mata, siapa sebenarnya yang sedang dimainkan?
