Satu liter cairan asam formiat harusnya cuma seharga segelas kopi. Tapi di tangan yang salah, harganya melonjak lima kali lipat.
Yudi Wahyudin, Pejabat Pembuat Komitmen di Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian Kementan, mengendalikan proyek pengadaan asam formiat untuk petani karet, 2021-2023. Cairan ini seharusnya membantu petani mengentalkan getah karet mereka.
Tapi harga yang wajarnya Rp10 ribu per liter, diduga digelembungkan hingga Rp50 ribu. Selisihnya menguap. Negara diduga rugi Rp75 miliar. Petani menunggu, sementara uang mengalir ke arah lain. Kini, Yudi diperiksa lagi sebagai tersangka. Juru bicara KPK Budi Prasetyo memastikan penyidik terus mendalami pelaksanaan proyek itu.
Kasus ini diduga bersambung ke jejak pencucian uang mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.
Cairan kimia bisa diuji dalam sekejap di laboratorium, tapi aliran uang korupsi butuh bertahun-tahun untuk benar-benar mengendap dan terbongkar.
