Ratusan warga NTT masih trauma gempa susulan. Tapi Menterinya bilang, itu cuma "makanan sehari-hari".
Di ruang rapat Komisi V DPR RI, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo duduk tenang. Ia bercerita sempat merasakan langsung guncangan magnitudo 5,8 saat berdiri di podium. Lalu kalimat itu keluar begitu saja: gempa 5,6 sampai 5,8 sudah biasa, sudah rutin, sudah jadi bagian hidup masyarakat NTT.
Di lapangan, alat berat dan jembatan Bailey memang dikerahkan. Jalan-jalan longsor ditangani. Tapi bagi warga yang rumahnya retak, kalimat "makanan sehari-hari" terasa jauh dari empati.
Ironisnya, ini bukan kontroversi pertama sang Menteri sebelumnya ia juga disorot gara-gara membawa istri dan anak dalam rombongan dinas ke Amerika Serikat.
Bencana memang bisa jadi rutinitas data. Tapi bagi yang kehilangan rumah, itu bukan statistik itu trauma yang terus berulang.
