Uang Rp 721 juta itu bukan hadiah. Itu harga sebuah tanda tangan.
Semarang, ruang sidang Tipikor. Tiga saksi duduk gemetar. Suyanto. Ani. Dion. Ketiganya staf dan direktur PT Istana Putra Agung. Mereka membongkar rahasia yang selama ini dikubur rapi: uang fee, disiapkan khusus, untuk satu nama Sudewo.
Saat itu, Sudewo bukan sembarang orang. Ia anggota Komisi V DPR RI, yang justru mengawasi proyek jalur kereta api DJKA Kementerian Perhubungan. Proyek rakyat. Duit rakyat. Tapi dibelokkan lewat commitment fee.
Sudewo kini bukan lagi anggota dewan. Ia Bupati Pati nonaktif — terjerat dua kasus sekaligus: korupsi jabatan perangkat desa, dan sekarang, suap rel kereta. Kadang, jabatan baru hanya pintu baru untuk dosa lama yang belum lunas.
