Nadiem Ngaku Rugi Jadi Menteri, Bikin Ruang Sidang Sunyi

“Setiap bulan uang saya turun terus.” Kalimat itu keluar dari mantan Menteri Pendidikan di sidang korupsi proyek laptop Rp2,1 triliun. Jaksa mencecar. Tentang gaji, staf khusus, aliran uang. Nadiem menjawab sesuatu yang membuat ruang sidang terasa aneh.

Ia mengaku nombok hingga Rp20 juta per bulan untuk para staf khususnya. Dari uang pribadi. Alasannya? Karena mereka berasal dari swasta dengan penghasilan tinggi. Kalau tidak dibantu, penghasilan turun 70 sampai 80 persen.

Jaksa bertanya lagi: “Berapa gaji Anda sebagai menteri?” Dan jawabanmya pelan tapi tajam. “Saya tidak ingat.” Ia mengaku tak bekerja demi gaji. Bahkan merasa rugi waktu menjadi menteri.

Dan mungkin di situlah ironi sidang ini. Ketika seorang menteri berkata dirinya kehilangan uang publik justru sedang menghitung siapa yang sesungguhnya kehilangan.