Kalau sakit harus bayar sendiri lalu negara sebenarnya ada di mana? Angkanya tidak main-main. Rp175 triliun. Itu uang yang keluar langsung dari kantong rakyat Indonesia… untuk bertahan hidup.
Di atas kertas, ada sistem jaminan. Ada perlindungan. Ada janji. Tapi di ruang tunggu rumah sakit, ceritanya berbeda. Orang menunggu. Menghitung biaya. Menimbang: berobat… atau menunda.
Karena ketika biaya terlalu tinggi, yang dipertaruhkan bukan cuma uang tapi keputusan hidup.
Dan di tengah tekanan ekonomi global, beban itu makin berat… tanpa suara. Negara mungkin hadir dalam kebijakan tapi di detik paling menentukan, yang benar-benar membayar tetap rakyat sendiri
