Laporan parkir liar: selesai. Buktinya? Sebuah foto. Tapi bagaimana jika foto itu tidak nyata? Warga Jakarta melapor lewat JAKI. Foto dikirim. Lokasi jelas. Masalah nyata. Status berubah cepat: ditindaklanjuti.
Lalu muncul bukti foto kondisi yang katanya sudah rapi. Tapi warga cek langsung. Dan kenyataannya? Parkir liar tetap ada. Jukir tetap beroperasi. Artinya laporan selesai hanya di sistem. Lebih jauh lagi, muncul dugaan foto yang digunakan bukan kondisi asli bahkan disebut hasil manipulasi atau AI. Jika benar ini bukan kelalaian. Ini kebohongan.
Gubernur Pramono Anung sudah menegur: jangan bohongi warga. Tapi teguran tidak cukup. Publik kini menuntut lebih: pejabat yang berbohong harus dipecat. Dari kepala dinas sampai bawahannya. Karena kalau kebohongan dibiarkan yang rusak bukan hanya sistem tapi kepercayaan warga pada pemerintahnya.
