Dari Akademi ke Masalah: Polisi Gagal di Jalan atau Gagal Dididik?

Bagaimana jika polisi bermasalah sebenarnya sudah “dibentuk” sejak hari pertama pendidikan? Dan yang gagal bukan individunya… tapi sistem yang meluluskannya.

Di Akademi Kepolisian, seragam masih bersih, mimpi masih idealis. Tapi DPR menemukan cerita lain. Dugaan taruna lolos karena titipan atau uang mulai terdengar keras. Tekanan pendidikan disebut ekstrem — bahkan ada taruni sampai stroke.

Di balik barisan rapi dan upacara disiplin, muncul laporan lebih gelap: manipulasi nilai, penggunaan joki ujian, hingga pelanggaran narkoba di lingkungan pendidikan sendiri.

Publik selama ini marah pada polisi di jalan. Tilang liar, kekerasan, penyalahgunaan wewenang. Tapi pertanyaannya berubah: apakah mereka gagal setelah jadi polisi… atau sejak dipilih menjadi polisi?

Mantan petinggi Polri bahkan mengkritik masa pendidikan yang terlalu singkat. Karakter belum matang, tapi kewenangan sudah besar. Mungkin masalahnya bukan apel pagi yang kurang keras.

Melainkan sistem yang lebih sibuk mencetak kepatuhan daripada integritas. Dan ketika seragam akhirnya dipakai di jalanan… yang diuji bukan lagi pelajaran akademi — tapi moral yang mungkin tak pernah benar-benar diajarkan.