Kas Negara Tekor: Hampir Rp100 Triliun Hanya untuk Bunga Utang

Awal tahun baru… tapi kas negara sudah minus ratusan triliun. Dan hampir Rp100 triliun habis hanya untuk bunga utang. Dalam dua bulan pertama 2026, pemerintah melaporkan defisit APBN mencapai sekitar Rp135,7 triliun.

Pendapatan negara baru sekitar Rp358 triliun. Sementara belanja sudah melaju hingga Rp493 triliun. Artinya pengeluaran bergerak jauh lebih cepat daripada pemasukan. Namun ada angka yang paling membuat banyak ekonom mengernyit.

Hampir Rp100 triliun dari anggaran negara harus dialokasikan hanya untuk membayar bunga utang. Bukan untuk membangun jalan. Bukan untuk sekolah baru. Bukan untuk program sosial.

Hanya untuk membayar biaya dari utang yang sudah ada. Di sisi lain, tekanan APBN juga datang dari subsidi energi. Lonjakan harga minyak dunia membuat negara harus menahan harga BBM dan listrik agar tidak melonjak.

Untuk menjaga kas tetap aman, pemerintah pun menarik pembiayaan baru. Di atas kertas, semuanya masih terkendali. Namun ada satu ironi fiskal yang sering luput dibahas.

Ketika sebagian besar anggaran habis untuk menutup kewajiban lama… pertanyaan yang muncul bukan lagi soal berapa besar defisit hari ini. melainkan berapa lama negara bisa terus membayar masa lalu sambil membiayai masa depan.