1.022 Siswa Tolak Makan Gratis: Lele di Kotak Masih Bergerak?

Program Makan Bergizi Gratis kembali jadi sorotan setelah lebih dari seribu porsi makanan ditolak sebuah sekolah di Pamekasan.  Penyebabnya mengejutkan: menu lele yang disebut masih mentah dan berbau amis. Program gizi nasional pun dipertanyakan.

Bayangkan membuka kotak makan gratis dari negara. Lalu menemukan lele di dalamnya masih bergerak. Itulah yang terjadi di SMA Negeri 2 Pamekasan, Jawa Timur. Sebanyak 1.022 porsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis langsung ditolak pihak sekolah.

Bukan karena siswa tidak lapar. Tapi karena menu utamanya membuat semua orang ragu. Di dalam kotak makanan itu ada lele mentah. Baunya amis menyengat. Beberapa bahkan disebut masih bergerak.

Padahal paket itu adalah jatah makan untuk tiga hari. Sekolah khawatir makanan seperti ini cepat rusak sebelum waktu makan siang. Risikonya bukan cuma soal rasa… tapi kesehatan siswa.

Sementara itu, penjelasan dari Badan Gizi Nasional berbeda. Mereka menyebut lele itu bukan mentah sembarangan, melainkan lele marinasi untuk menjaga nilai gizi. Secara konsep… semuanya masih sesuai standar. Tapi di mata siswa yang membuka kotak makan itu, masalahnya mungkin jauh lebih sederhana.

Programnya disebut makan bergizi gratis. Namun yang datang justru terlihat seperti bahan masakan mentah. Dan ketika makan siang berubah terasa seperti persiapan memasak, pertanyaannya jadi aneh. Ini program makan atau praktik dapur nasional tanpa kompor?