Program andalan Presiden Prabowo Subianto, Makan Bergizi Gratis atau MBG, kembali jadi sorotan. Bukan soal gizi… tapi soal bisnis di balik dapur program negara.
Badan Gizi Nasional akhirnya blak-blakan. Mereka mengakui ada fenomena “ternak yayasan”—pihak yang membuat banyak yayasan untuk mengelola beberapa dapur MBG sekaligus demi keuntungan.
Artinya, satu kelompok bisa menguasai banyak dapur SPPG yang memasok makanan untuk ribuan siswa, padahal program ini seharusnya fokus pada misi sosial, bukan ladang bisnis.
Padahal sejak awal program ini sudah penuh kontroversi. Mulai dari dugaan keracunan makanan ribuan siswa hingga kritik soal pengawasan dapur yang lemah di berbagai daerah.
Bahkan sebelumnya publik juga menyoroti kasus di Sulawesi Selatan, ketika seorang anak pejabat daerah diketahui mengelola 41 dapur MBG lewat yayasan keluarganya.
Pertanyaannya sederhana. Kenapa baru sekarang ribut soal “ternak yayasan”? Dulu waktu ada anak pejabat mengelola puluhan dapur… semua terlihat anteng saja.
Kalau program sosial negara saja bisa berubah jadi ladang bisnis yayasan, jangan heran kalau publik mulai bertanya: ini program gizi untuk anak sekolah… atau proyek baru bagi orang dekat kekuasaan?
