Program andalan Presiden Prabowo Subianto: Makan Bergizi Gratis. Tujuannya mulia—memberi makan jutaan anak sekolah. Tapi sekarang muncul perbandingan yang bikin publik mengernyit.
Di dapur program MBG, yang dikelola SPPG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi, gaji pekerjanya disebut bisa berkisar Rp2 juta hingga Rp7 juta per bulan, tergantung jabatan.
Contohnya:kepala dapur sekitar Rp6,4 juta, ahli gizi bisa Rp3,5 juta sampai Rp6 juta, sementara tenaga dapur sekitar Rp2 juta sampai Rp4 jutaan.
Masalahnya, di beberapa daerah seperti NTT, ada cerita tenaga kesehatan dan guru honorer atau PPPK yang hanya menerima honor sekitar Rp300 ribu per bulan dari anggaran daerah
Ironisnya lagi, kritik juga muncul karena program MBG sendiri sudah menyerap anggaran negara puluhan triliun rupiah sejak diluncurkan pada 2025.
Negara ini memang butuh anak-anak yang kenyang. Tapi jangan sampai dapur negara justru lebih makmur daripada kelas sekolah dan ruang puskesmas.
Kalau gaji pengurus makan gratis bisa jutaan, sementara guru dan tenaga kesehatan dihargai ratusan ribu… jangan heran kalau suatu hari nanti, yang tersisa di negeri ini cuma dua profesi paling menjanjikan: juru masak program pemerintah… atau komentator di media sosial
