Di perbatasan Irak–ygIran, ribuan pasukan Kurdi kini bersiap. Mereka bilang: kesempatan ini sudah ditunggu hampir 47 tahun—sejak konflik dengan rezim Iran meletus setelah Revolusi 1979.
Kelompok milisi Kurdi yang bermarkas di Kurdistan Irak disebut memiliki sekitar 5.000 sampai 8.000 pejuang yang siap bergerak jika situasi perang makin terbuka.
Situasi memanas setelah serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran, yang membuka peluang bagi kelompok oposisi Kurdi untuk menyerang wilayah barat Iran dan merebut kota perbatasan strategis.
Iran pun tak tinggal diam. Garda Revolusi Iran sudah menembakkan rudal ke basis-basis Kurdi di Irak dan memperingatkan bahwa setiap serangan dari wilayah Kurdi akan dibalas keras.
Di sisi lain, para analis menilai pasukan Kurdi sendirian kemungkinan sulit menjatuhkan rezim Iran tanpa dukungan militer besar dari Barat.
Kalau benar perang ini meledak, Timur Tengah bukan cuma soal Iran vs Barat. Ini bisa berubah jadi perang lama yang dibangkitkan kembali—dendam etnis, geopolitik, dan kepentingan global yang bercampur jadi satu. Dan biasanya, kalau sudah begini… rakyat biasa lagi yang paling mahal membayar harganya.
