MBG Diprotes! Menu Bergizi atau Menu Seadanya?

Program unggulan pemerintah: Makan Bergizi Gratis alias MBG harusnya bikin anak sehat malah bikin orang tua geleng kepala. Karena menunya bikin bingung: ini makan siang atau takjil darurat?

Gelombang protes muncul di berbagai daerah, dari Bekasi sampai Pontianak. Orang tua mengeluhkan menu asal-asalan: hanya lima kurma, tiga kelengkeng, dan satu jeruk untuk satu porsi siswa. 

Di Bantul, warga bahkan menyebut menu MBG mirip konsumsi rapat RT bukan menu gizi anak sekolah. Sementara di Tuban, siswa dilaporkan menerima singkong rebus dan buah yang tak layak konsumsi.

Padahal program nasional ini menyasar hingga 82,9 juta penerima manfaat sejak diluncurkan Januari 2025. Anggaran per porsi disebut sekitar Rp8.000–Rp10.000, jauh dari asumsi publik Rp15 ribu. 

Ini bukan pertama kali MBG disorot. Tahun 2025 saja, lebih dari 16.109 siswa tercatat keracunan makanan.

Kalau namanya makan bergizi, tapi yang datang cuma buah hitungan jari publik wajar bertanya: ini program kesehatan nasional atau sekadar proyek kenyang di proposal?Karena gizi itu bukan slogan. Anak sekolah butuh nutrisi bukan eksperimen anggaran versi minimalis.