Momen ini bikin publik garuk kepala. Prabowo Subianto berdiri di samping Donald Trump, memegang dokumen… bukan sebagai penandatangan utama, tapi seperti staf yang kebagian tugas jaga map.
Peristiwa itu terjadi dalam agenda internasional bergengsi. Video singkatnya viral, bukan karena isi dokumennya, tapi karena posisi Prabowo “turun level” di mata warganet.
Padahal faktanya, Indonesia anggota G20 dengan PDB sekitar 1,4 triliun dolar AS, terbesar di Asia Tenggara dan peringkat ke-16 dunia. Secara geopolitik, presidennya jelas bukan figur pinggiran.
Dalam protokol diplomasi, memegang dokumen berarti banyak: simbol kesiapan, saksi, atau sekadar membantu alur acara. Tapi di era kamera 4K dan netizen super sensitif maknanya berubah jadi bahan meme.
Apalagi Prabowo sebagai mantan jenderal bintang empat, Menteri Pertahanan 2019–2024, dan kini Presiden RI. Figur yang biasanya identik dengan komando bukan logistik.
Mungkin ini strategi “low profile level dewa” merendah sampai disangka staf. Tapi kalau citra pemimpin dipersepsikan jadi ajudan berarti di politik global, simbol kecil bisa lebih keras dari pidato 30 halaman.~
