Natalius Pigai, Paham HAM Sejak Umur 5 Tahun?

Bayangkan… saat anak lain umur lima tahun masih rebutan permen dan belajar mengeja, Natalius Pigai mengaku sudah paham Hak Asasi Manusia. Bukan sekadar tahu… tapi paham.

Dalam berbagai laporan media nasional, Pigai menyebut sejak kecil ia sudah akrab dengan isu keadilan dan penindasan. Bahkan ia menegaskan, apa yang diucapkannya soal HAM “tidak mungkin salah”.

Pernyataan itu disampaikan dalam forum resmi di lingkungan Kementerian HAM Republik Indonesia, saat membahas penguatan instrumen HAM. Pesannya tegas… bahkan terdengar seperti final boss debat.

Satirnya begini: kalau benar pemahaman HAM bisa matang sejak TK, mungkin buku pelajaran baru harus direvisi — dari “belajar membaca” jadi “belajar konstitusi”.

Namun di sisi lain, rekam jejak Pigai sebagai mantan Komisioner Komnas HAM memang panjang. Ia sering bersuara keras soal Papua, kebebasan sipil, dan kritik terhadap negara.

Jadi… ini kisah anak ajaib HAM… ata u sekadar retorika pejabat level dewa? Yang jelas, pengalaman panjang memang penting, tapi klaim “tak mungkin salah” justru terdengar paling manusiawi, karena dalam politik, yang paling berbahaya bukan yang tidak tahu HAM… tapi yang merasa sudah paling tahu.