IMPOR PICKUP INDIA Kenapa Negara Bisa Produksi Sendiri Tapi Pilih Beli dari Luar?

Indonesia katanya bisa produksi hingga 1 juta pickup per tahun… tapi justru mau impor 105 ribu unit dari India. Logika ekonomi langsung auto buffering.

Pickup impor ini rencananya dipakai untuk program Koperasi Merah Putih lewat proyek sekitar Rp24,6 triliun. Sebanyak 35 ribu unit dari Mahindra, 70 ribu dari Tata Motors. 

Masalahnya, pabrik dalam negeri — dari Daihatsu, Isuzu, Mitsubishi, Suzuki, sampai Wuling — sudah mampu produksi massal. Bahkan kapasitasnya cukup untuk kebutuhan nasional. 

Kalau impor, nilai tambah dan lapangan kerja justru dinikmati negara lain. Jika produksi lokal dipakai, dampak ekonominya bisa tembus Rp27 triliun. 

Ironisnya lagi, jumlah pickup impor hampir menyamai total penjualan pickup nasional setahun penuh. Industri dalam negeri baru mau bangkit… malah disiram air dingin dari luar. 

Jadi ini bukan soal bisa atau tidak… tapi soal mau atau tidak. Negara yang mampu bikin sendiri tapi memilih impor itu seperti punya dapur lengkap tapi tetap pesan makanan tetangga — lalu heran kenapa warung sendiri bangkrut. Rasional sih… tapi rasanya tetap pahit.