Raja Charles III dan Pangeran Andrew : Hukum Tak Pilih Darah Biru

Bayangkan… seorang raja justru mendukung adiknya ditangkap polisi. Bukan drama sinetron, ini Inggris, negeri monarki yang terasa lebih “republik” dari republik.

Raja Charles III secara terbuka menyatakan hukum harus ditegakkan, bahkan terhadap adiknya, Pangeran Andrew, yang ditangkap terkait dugaan pelanggaran jabatan publik saat menjadi utusan perdagangan Inggris. 

Polisi Inggris menggerebek rumah bangsawan di Norfolk, menahan pria 60-an tahun itu, lalu memeriksa dugaan kaitannya dengan kasus Jeffrey Epstein. Bahkan properti kerajaan ikut digeledah. 

Pesannya jelas: darah biru bukan kartu bebas penjara. Monarki pun tunduk pada hukum, setidaknya di atas kertas, dan kali ini juga di lapangan. 

Bandingkan dengan Indonesia… di mana rakyat kecil kadang dihukum cepat, sementara elite bisa berkelit panjang. Inggris memberi contoh: hukum tidak tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Semoga suatu hari, di negeri kita, keadilan juga tidak melihat jabatan apalagi rekening.