Telaga Rano Halmahera: Proyek Energi Hijau, Bayang-bayang Israel

Di Halmahera Barat, Maluku Utara, sebuah danau tenang bernama Telaga Rano mendadak jadi sorotan nasional.

Pemerintah memberi konsesi panas bumi kepada PT Ormat Geothermal Indonesia — perusahaan yang terafiliasi dengan Ormat Technologies, korporasi energi global berakar dari Israel. Ormat Technologies

Persetujuan itu tertuang dalam keputusan Kementerian ESDM 8 Januari 2026, bagian dari target Net Zero Emission 2060. Proyek ini bahkan diproyeksikan menghasilkan listrik puluhan megawatt dari energi panas bumi. 

Namun polemik langsung meledak. Indonesia tak punya hubungan diplomatik dengan Israel, sementara perusahaan induk Ormat memiliki sejarah panjang dan jaringan industri di negara tersebut.

Di lapangan, masyarakat adat Wayoli menolak. Mereka khawatir pengeboran merusak hutan, mencemari 12 sumber mata air, dan mengancam kawasan sakral serta pariwisata lokal. 

Kini Telaga Rano bukan sekadar proyek energi bersih — tapi persimpangan antara investasi, geopolitik, dan masa depan ruang hidup warga Halmahera.