Menteri Prabowo: MBG Lebih Mendesak dari Lapangan Kerja! Program Mie Instan Raksasa ala Republik MBG
Dalam forum ekonomi Jakarta, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy mengklaim sesuatu yang membuat telinga berdenging: ‘MBG, Makan Bergizi Gratis, lebih mendesak daripada lapangan kerja.
Pemerintah Prabowo bangga: MBG, yang awalnya buat penuhi nutrisi anak dan ibu hamil, sudah menjangkau puluhan juta orang bahkan Presiden sendiri laporkan 55 juta penerima manfaat per Januari 2026.
Lembaga ini menyebut MBG sudah menyerap tenaga kerja besar: 780.000 pekerja di dapur & distribusi, dan estimasi bisa mencapai 1,5 juta lapangan kerja baru di awal 2026.
Tapi bukan hanya pujian; kritik tajam juga datang. Ada yang bilang program nasional ini kurang matang: dapur kurang sanitasi, kabarnya puluhan ribu anak pernah keracunan atau jatuh sakit karena makanan yang dibagikan.
Anggaran? Besar sekali. Bahkan analis luar negeri menyoroti strategi cost-benefit, bahwa MBG melibatkan hampir seluruh sekolah dan lansia sementara sebagian besar penerima sebenarnya bukan yang paling butuh.
Para kritik bahkan bercanda pedas: program ini tampak seperti “Mie Instan Raksasa versi negara” serba cepat, serba besar, tapi ujung-ujungnya bikin rumit, bukan langsung menyelesaikan masalah fundamental ekonomi seperti lapangan kerja.
Kalau dulu orang bilang pertama kelaparan, baru kerja, kini versi baru Indonesia: pertama MBG, baru kerja seolah negara mau memastikan semua kenyang sebelum dibebani realitas ekonomi. Begitulah Republik MBG, negara porsi besar yang bikin kenyang perut kroni politiknya bukan rakyatnya.
