Bela Istri, Kejar Jambret, Masuk Bui: Hukum di Sleman Bikin Nyali Warga Menciut

Di negeri ini, maling bisa mati, tapi warga yang melawan bisa masuk bui. Inilah babak baru kasus Sleman yang bikin logika jungkir balik.

Seorang suami, Hogi Minaya, mengejar penjambret yang merampas tas istrinya di kawasan Janti, Sleman. Bukan pakai senjata, bukan main hakim sendiri—hanya refleks membela keluarga.

Kejaran berakhir tragis. Motor penjambret oleng, menabrak tembok, dan dua pelaku tewas. Bukannya diberi penghargaan, Hogi justru ditetapkan sebagai tersangka kecelakaan lalu lintas.

Polisi menyebut ada unsur kelalaian. Pakar hukum menyebut kasus ini rumit. Netizen menyebutnya sederhana: akal sehat sedang cuti massal.

Kini Hogi harus mengenakan gelang GPS, status tersangka menempel, sementara trauma keluarga tak masuk hitungan pasal.

Kalau membela diri berujung bui, lalu siapa yang masih berani melawan penjahat?

Saat korban dihukum dan pelaku dilupakan, pesan hukumnya jelas: diam lebih aman daripada me

lawan.