Bayangkan rumah warisan, pintu masih terkunci rapat, tapi saat dicek ulang sudah berubah jadi dapur negara. Bukan renovasi, bukan salah alamat. Ini kisah nyata kakek Wawan Syarwhani, warga Surabaya.
Kakek berusia 80 tahun ini syok bukan main. Rumahnya di kawasan Pabean Cantian, yang kosong sejak April 2025, mendadak berdiri bangunan dapur Makan Bergizi Gratis, MBG.
Tanpa surat, tanpa pemberitahuan. Pohon ditebang, tembok berdiri, dan rumah pribadi resmi berubah jadi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi milik negara.
Program MBG sendiri digadang-gadang sebagai proyek nasional demi gizi anak bangsa, bahkan melibatkan Polri dan pemerintah daerah. Tapi di balik panci dan wajan, muncul satu pertanyaan: izin ke pemilik rumah ke mana?
Pihak Pelindo menyebut lahan itu sudah dimenangkan lewat putusan pengadilan dan dieksekusi secara sah. Sementara kakek Wawan mengaku tak pernah tahu, tak pernah merasa kalah, apalagi menyerahkan rumahnya.
Di Surabaya, satu rumah berubah fungsi tanpa pamit. Gizi anak diperjuangkan, tapi rasa keadilan seorang kakek ikut diuji.
