Prabowo dan Ara Panggil Meikarta : Dari Kasus Suap Izin Jadi 100 Ribu Rusun Subsidi, Saham LPCK Melonjak, APBN Ngakak atau Nyata?
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto bersama Menteri PKP Maruarar Sirait (Ara) mengumumkan mega-proyek: 100 ribu unit rumah susun subsidi di Meikarta, Cikarang! tepat di lahan yang dulu ternoda kasus suap izin proyek.
Ara memastikan lahan di Meikarta kini “clean & clear” secara hukum, bahkan ditegaskan langsung oleh KPK bahwa statusnya aman untuk dibangun rusun subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Direktur BP Tapera mengatakan targetnya 100.000 unit rusun di dua lokasi seluas 20 hektare, dengan desain 1 kamar (25 m²) dan 2 kamar (37 m²).
Saat kunjungan Ara membahas proyek ini dengan KPK, saham PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK), sang pemilik Meikarta, langsung melonjak tajam, sentuh batas auto reject atas (ARA) pada perdagangan saham.
Kenaikan itu menunjukkan sentimen investor: peluang pendanaan dan potensi pemasukan dari proyek rusun subsisi ini terlihat menggiurkan di bursa, walau beberapa analis kemudian bilang euforia itu cepat meredup.
Sebelumnya, Meikarta sempat jadi simbol kontroversi, dari OTT KPK soal suap izin hingga konsumen yang menunggu unit rumah sejak 2018.
Pemerintah bilang ini aksi sosial, investor bilang ini peluang emas. Kalau rusun subsidi benar-benar jadi rumah rakyat, itu keren. Tapi kalau yang kenyang justru saham dan laporan keuangan, jangan-jangan proyek ini bukan sekadar rumah murah tapi kisah transformasi izin jadi pendongkrak kapitalisme properti nasional.
