Ini bukan kelas digital ini kelas elite. Nama Nadiem Anwar Makarim kini tercatat dalam Surat Dakwaan Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat.
Jaksa mendakwa, saat menjabat Mendikbudristek 2019–2024, Nadiem memaksakan proyek digitalisasi pendidikan Chromebook selama 2019 sampai 2022.
Padahal data internal Kemendikbud menunjukkan Chromebook gagal total di wilayah 3T sejak 2018: tanpa internet, laptop tak bisa dipakai, UNBK gagal, aplikasi Dapodik tak jalan.
Namun rapat tertutup tetap digelar. Kamera dimatikan. Tak boleh direkam. Jaksa mengutip perintah langsung: “GO AHEAD WITH CHROMEBOOK” dan “YOU MUST TRUST THE GIANT.”
Akibatnya fatal. Audit BPKP RI mencatat kerugian negara Rp1,56 triliun, ditambah USD 44 juta lisensi Chrome Device Management—barang yang dinilai tak diperlukan dan tak bermanfaat.
Dakwaan juga membeberkan aliran uang ke korporasi: vendor teknologi menerima ratusan miliar ~rupiah, seperti PT Acer Indonesia menerima Rp 425 miliar lebih sementara sekolah di daerah masih cari sinyal.
Saat pendidikan jadi pasar, murid berubah jadi angka. Ini bukan Merdeka Belajar, ini Merdeka Berbisnis atas nama negara.~
