Isu panas di Aceh Tamiang: biaya sumur bor air bersih Rp150 juta per titik langsung jadi bahan meme dan curiga ‘mark-up’ pejabat! Kata Aktivis Nahdatul Ulama Umar Hasibuan harga itu kebangetan tinggi karena biaya pengeboran normal plus pompa pipa plus filter ideal biasanya cuma Rp60–90 juta untuk sumur 100 m! Publik sekarang nanya, itu bor air atau apa?
Presiden Prabowo Subianto sendiri turun ke Aceh Tamiang, langsung nanya KSAD & BNPB: “Air bersih gimana?” dan bilang Rp150 juta itu ‘relatif murah’ kalau memang bisa bantu pengungsi. Kalau begitu, kita imajinasikan: sumur bor superhero siap nyembur air bersih tiap pagi!
Di lapangan, pemerintah & relawan tak main-main: kolaborasi TNI, Polri dan masyarakat sudah mengebor puluhan hingga ratusan titik sumur bor untuk memperbaiki krisis air pascabencana banjir bandang. Dari ratusan titik hingga 27 sumur yang sudah aktif, ini aksi nyata, bukan sekadar debat angka belaka!
Relawan lokal bahkan ikut bantu dan bikin sumur-sumur kecil untuk komunitas, serba gotong royong tanpa label anggaran negara! Sementara itu, rakyat di media sosial sibuk ngira-ngira: “apakah biaya itu karena faktor logistik susah atau karena ada komponen misteri mark-up pejabat yang diam-diam nonton dari belakang layar?”
Di tengah semua itu, satu hal jelas: air bersih tetap jadi hak rakyat, dan pertanyaan sekarang bukan cuma berapa harganya, tapi kenapa harga itu bikin heboh netizen era?
