Hashim Djojohadikusumo Doakan Perusahaan Sukanto Tanoto Ditutup Permanen Imbas Banjir Sumatera.

Satu kalimat, satu harapan, satu doa yang bikin telinga publik berdiri. Hashim Djojohadikusumo berkata: mudah-mudahan PT Toba Pulp Lestari ditutup selamanya. Kalimat itu terdengar seperti kutukan, tapi juga seperti pengakuan bahwa luka lingkungan, konflik lahan, dan jeritan warga di sekitar TPL tak bisa lagi disapu karpet bisnis.

TPL, perusahaan pulp yang namanya sudah lama akrab dengan kontroversi, kini seolah tinggal menunggu bel terakhir. Bukan dari aktivis, bukan dari warga, tapi dari elite yang dulu duduk nyaman di meja kekuasaan.

Namun publik tak lupa. Nama Hashim Djojohadikusumo juga tercatat sebagai pemilik saham pasif di ASMEC, induk Beckett, perusahaan yang pernah ribut kelas dunia melawan Deutsche Bank di Singapura. Hasyim saat itu bersama dengan Sukanto Tanoto, diduga kuat pemilik TPL bergandengan tangan lawan Deutache Bank.

Beckett merupakan bagian dari ASMEC yang sepenuhnya dimiliki oleh tiga kelompok. Pertama, Unigaruda Masabadi yang dimiliki oleh Sukanto Tanoto. Kedua, Metropolitan Investment Corp yang dimiliki oleh Hashim Djojohadikusumo, yang berstatus sebagai pemegang saham pasif.

Kelompok ketiga terdiri dari Indopac, Timko, dan Jade Age, yang beranggotakan kelompok Interalia, jajaran direktur, serta para senior eksekutif Asminco beserta perusahaan-perusahaan yang tergabung di dalamnya.

Kini pertanyaannya sederhana tapi pedih: kalau TPL ditutup, apakah benar demi lingkungan atau cuma satu bab bisnis lama yang diganti judul, sementara pemainnya tetap sama?