Dari Isu Tangkap Lepas Romadon ke Api Massa: Polsek Muara Batang Gadis Hangus, Kapolsek Dicopot

Api membakar Polsek Muara Batang Gadis, Kabupaten Mandailing Natal. Bukan karena korsleting listrik, tapi ledakan kemarahan warga yang merasa hukum dipermainkan.

Semuanya bermula dari satu nama: Romadon. Terduga pengedar narkoba yang ditangkap warga Desa Singkuang, lalu diserahkan ke polisi. Tak lama, kabar beredar: Romadon bebas berkeliaran.

Di kampung yang lelah oleh narkoba, isu “tangkap lepas” jadi bensin. Massa merasa hukum tajam ke bawah, tumpul ke bandar. Emosi naik, kepercayaan runtuh.

Menurut Kapolres Mandailing Natal, AKBP Arie Sofandi Paloh, Romadon bukan dilepas, tapi kabur dari tahanan. Tapi klarifikasi datang terlambat, api sudah lebih dulu bicara.

Markas Polsek dibakar, mobil dinas dilalap api. Polda Sumatera Utara pun bergerak cepat: Kapolsek Muara Batang Gadis, Iptu Akmaluddin dicopot. Jabatan diganti, amarah belum tentu padam.

Kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Ferry Walintukan, ini soal miskomunikasi. Tapi publik bertanya: mengapa isu narkoba selalu berakhir dengan api dan klarifikasi?

Di Muara Batang Gadis, hukum terlambat bicara. Saat kepercayaan habis, massa memilih korek api sebagai mikrofon.