Bank Dunia bilang: APBN kita bisa makin ‘boros’ dan defisit makin melebar! Indonesia? Santai saja!
Dalam laporan Indonesia Economic Prospects, Bank Dunia memperingatkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) bisa membengkak hingga sekitar 2,9% terhadap PDB pada 2027, hampir menyentuh batas 3% yang diatur undang-undang fiskal.
Penyebabnya? Pendapatan negara yang tertekan harga komoditas turun, restitusi pajak yang dipercepat, sampai pendapatan dividen BUMN yang dialihkan — semua bikin kas negara agak “kering”.
Tapi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa cuek: “Ya suka-suka dia, prediksi boleh, sering meleset.” Dia bilang Bank Dunia cuma bikin prediksi statis tanpa mempertimbangkan perbaikan yang sedang berlangsung.
Pro-kontra pun melintas batas: pendukung Purbaya menyebutnya optimis dan realistis, fokus pada pertumbuhan ekonomi yang tetap diproyeksikan Bank Dunia di sekitar 5% sampai naik sedikit di 2027.
Sementara pengkritik ekonomi global dan beberapa analis fiskal ngegas: kalau terus melebar tanpa strategi penerimaan yang kuat, bisa jadi utang makin tinggi dan ruang fiskal makin sempit.
Intinya? Bank Dunia bilang waspada, Purbaya bilang santai — dan rakyat di tribun ekonomi cuma bisa tepuk tangan atau garuk kepala menunggu APBN ini drama atau triumph!
