Ini bukan soal helm proyek atau sepatu safety. Ini soal keselamatan yang dipalak, dan uang yang mengalir deras, ratusan miliar.
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi membongkar dugaan pemerasan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja—K3—yang menyeret nama mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer alias Noel.
Dalam materi penyidikan, KPK menelusuri alur uang. Hasilnya mencengangkan: sekitar Rp201 miliar, periode 2020 hingga 2025. Itu baru dari rekening belum termasuk pemberian tunai, kendaraan, dan fasilitas ibadah umroh atau haji.
Modusnya rapi tapi rakus. Biaya resmi sertifikasi K3 275 ribu rupiah, diduga dipaksa naik jadi 6 juta. Pesannya satu: mau cepat dan aman? Bayar.
KPK menyebut praktik ini melibatkan 11 tersangka, dari pejabat hingga pihak swasta. Belakangan bertambah 3 tersangka lain. Penyidik menilai pemerasan dilakukan sistematis, bukan insiden satu dua oknum.
Juru Bicara KPK Tessa Mahardhika Sugiarto menegaskan, berkas perkara telah lengkap dan dilimpahkan ke penuntutan. Jaksa bersiap menyusun dakwaan
