BIOSKOP MINI PENGHIBUR ANAK

Pria itu, adalah Udi (34), lelaki asal Indramayu Jawa Barat itu, memiliki profesi unik yang boleh jadi cuma satu-satunya di Jakarta, yaitu menyewakan "Bioskop Mini".

Post Image

Lelaki berperawakan sedang itu tampak kewalahan dikerumuni anak-anak sekolah. Mulut dan tangannya sibuk meladeni permintaan puluhan murid sebuah sekolah di kawasan Jakarta Timur yang lari kegirangan saat jam istirahat sekolah tiba. "Mau lihat yang mana,horror apa Ipin-Upin? katanya.

Pria itu, adalah Udi (34), lelaki asal Indramayu Jawa Barat itu, memiliki profesi unik yang boleh jadi cuma satu-satunya di Jakarta, yaitu menyewakan "Bioskop Mini".

Bioskop mini adalah peranti sebuah kotak kecil seukuran televisi 14 inchi yang di dalamnya terdapat sebuah layar yang menampilkan film-film yang diputar dari sebuah perangkat DVD portable. Saat ditemui gresnews.com, Udi mengaku sudah menjalankan profesi sebagai "pengusaha" bioskop mini itu sejak tahun 2011. Dia mengaku senang menjalani profesi yang selain bisa menghidupinya, juga bisa menghibur anak-anak.

"Bioskop mini namanya anak-anak seneng," ujar Udi sambil tertawa. Hari itu Udi terlihat cukup sibuk melayani anak-anak yang berebutan mendapatkan "tiket" menonton bioskop mini. Tangan Udi tampak sigap menerima uluran uang pecahan Rp2000 dari anak-anak yang telah menemukan pilihan film apa yang hendak mereka tonton.

Berbagai ekspresi tingkah polah mereka tampak memancarkan keceriaan saat mata menikmati film pilihan dari celah sebuah kotak. Cara melihat film dengan cara yang unik yaitu dengan mengintip ke dalam kotak, memancing rasa penasaran anak-anak.

Udi mengaku sebelum memulai usaha itu dia sempat berdagang kecil-kecilan, namun tak berhasil. "Awalnya dagang es lilin eh ujan terus enggak laku ha..haa..ha, akhirnya mikir usaha apa jadi deh usaha gini..malah enak belum ada saingan," lanjut Udi.

Dengan sepeda motornya, Udi memutar bioskop mini berpindah-pindah lokasi sekolah yang biasa dijadikan tempatnya mengumpulkan rejeki. Hal tersebut ia lakukan untuk menghindari kebosanan.

Udi memasang tarif Rp1000 dengan durasi paling lama dua menit. Jika peruntungannya sedang bagus dalam sehari Udi bisa meraup untung Rp600ribu. "Kalau lagi rame dapat 300ribu, sekarang lagi sepi baru 60 ribu, "kata Udi.

Udi mengaku profesinya saat ini bermula dari hobi menonton film. Selain itu keriaan anak-anak saat melihat film di bioskop mininya juga menjadi hiburan tersendiri baginya. "Anak-anak kadang enggak sabaran, berebutan, sama nanya terus ini film apa bang tapi udahannya enggak nonton ha haa ha yah namanya juga anak-anak," cerita Udi sambil tertawa.

Namun selain menemukan kesenangan dari usaha bisokop mininya, tak jarang pula Udi mendapat tuduhan dan cibiran dari orang bahkan guru yang melarang anak-anak untuk melihat film di bioskop mininya. "Kadang ada guru yang ngomong ke anak-anak jangan nonton takutnya ada yang jorok-jorok, ya enggak lah saya juga tahu anak-anak masak saya kasih film begituan," keluhnya.

Tanpa terasa rupanya bel pulang sekolah berdering nyaring dan disusul anak-anak sekolah yang berlarian. Para pedagang termasuk Udi pun segera kembali ke lapak masing-masing membereskan dagangan untuk kemudian bersiap pulang atau berkeliling mencari tempat peruntungan baru. (Gresnews.com/Edy Susanto)