Demokrat Bermanuver, Nasib Emil di Ujung Tanduk

Kamis, 07 September 2017, 11:00:00 WIB - Politik

Walikota Bandung Ridwan Kamil (ANTARA)

SAMBUT DEMOKRAT - Atas ajakan membuat poros baru, PPP menyambut baik ajakan Demokrat. Ridwan Kamil, yang disebut-sebut intens melakukan komunikasi dengan PPP, mungkin akan ditinggalkan. "Di politik itu kemungkinan ada sampai kita submit ke KPU," kata Sekjen PPP Arsul Sani di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (6/9).

Namun PPP belum menentukan sikap final terkait calon yang diusung di Pilgub Jawa Barat mendatang. Arsul mengatakan komunikasi dengan semua partai dan calon masih cair.

"Kalau soal diajak, Golkar pun mengajak PPP. Kalau soal mengajak, wajarlah, PPP punya 9 kursi. Jadi diajak itu kan wajar karena memang Jawa Barat itu PPP paling kuat di seluruh Indonesia," tutur Arsul.

PPP masih melihat konfigurasi peta politik di Jawa Barat sebelum bersikap. Langkah PPP, kata Arsul, kemungkinan besar tergantung partai-partai besar yang sampai saat ini juga belum mendeklarasikan calon mereka di Jawa Barat.

"Misalnya tiba-tiba, misalnya Golkar katakanlah atau PDIP sebagai yang paling besar mengubah strategi dan calon. Kan kita harus menimbang kembali juga kalau tidak bersama dengan mereka atau karena dia mengubah kita jadi bersama dengan mereka, bisa juga," tutur Arsul.

Sementara itu, PKB masih berusaha merayu agar Demokrat merapat ke koalisinya bersama NasDem untuk mengusung Ridwan Kamil. "Kita mau ajak Demokrat bareng-bareng menangkan Pilgub Jabar," ujar Ketua Desk Pilkada PKB Daniel Johan, Rabu (6/9).

NasDem dan PKB memang tengah mendekati sejumlah partai lain untuk sama-sama mendukung Ridwan Kamil di Pilgub Jawa Barat. Sebab, kekuatan NasDem dan PKB di DPRD belum mencukupi untuk menyediakan tiket bagi Wali Kota Bandung itu maju sebagai cagub sehingga membutuhkan koalisi dengan partai lain.

Sejauh ini, PPP-lah yang digadang-gadang akan merapat ke poros NasDem dan PKB. PPP pun berkali-kali menyatakan siap mendukung Ridwan Kamil. Namun kini PPP mendapat tawaran baru dari Demokrat dan menyatakan akan mempertimbangkannya.

Daniel pun merayu Demokrat agar tidak perlu membuat poros baru dan bergabung dengan pihaknya. "Gabung saja dengan koalisi untuk Ridwan Kamil," ucapnya.

Meski Demokrat menyebut poros baru dibuat untuk memunculkan tokoh baru, Daniel mengatakan sejauh ini elektabilitas Ridwan Kamil masih yang paling tinggi. Dia juga meyakini pada akhirnya Ridwan Kamil akan mendapat tiket untuk melaju dalam Pilgub Jabar 2018. "Ridwan Kamil sejauh ini yang terbaik, mulai dari survei hingga kinerja yang mendapat banyak apresiasi," kata Daniel.

"Saya rasa Demokrat maupun PPP akan memberi kesempatan ke Ridwan Kamil untuk maju. PKB meyakini pada akhirnya Ridwan Kamil akan berhasil maju," imbuh Wakil Ketua Komisi IV DPR itu.


Baca selanjutnya: 1 2 3

Komentar